Banding, Vonis Terdakwa Politik Uang Turun Jadi 1 Tahun Penjara - Kompas.com

Banding, Vonis Terdakwa Politik Uang Turun Jadi 1 Tahun Penjara

Kompas.com - 03/08/2018, 12:10 WIB
Sidang kasus dugaan praktik politik uang pada Pilkada Temanggung 2018, di Pengadilan Negeri Temanggung, Senin (16/7/2018) lalu. KOMPAS.com/IKA FITRIANA Sidang kasus dugaan praktik politik uang pada Pilkada Temanggung 2018, di Pengadilan Negeri Temanggung, Senin (16/7/2018) lalu.

SEMARANG, KOMPAS.com – Supriyono (36), terdakwa kasus politik uang saat pemilihan bupati dan wakil bupati Temanggung tahun 2018 kini divonis satu tahun penjara.

Pengadilan Tinggi Semarang mengoreksi amar putusan Pengadilan Negeri Temanggung, dari semula hukuman tiga tahun, menjadi hanya satu tahun. Hakim pengadilan tinggi menerima banding terdakwa dan penasihat hukumnya.

“Iya, hukumannya menjadi 1 tahun dan denda Rp 200 juta,” ujar Pejabat Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jawa Tengah, Muhammad Rofiudin, Jumat (3/8/2018).

Supriyono, warga Desa Gowak, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, sebelumnya divonis 3 tahun penjara oleh PN Temanggung pada Rabu (11/7/2018).


Ia terbukti melakukan praktik politik uang saat Plikada 27 Juni 2018 lalu. Terdakwa terbukti melanggar pasal 187A UU RI nomor 10/2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 1/2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1/2014 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota menjadi undang-undang.

Baca juga: Khadziq Bantah Hasil Korupsi Istrinya Untuk Dana Kampanye Pilkada Temanggung

Rofiudin mengatakan, pihak Bawaslu telah mendapatkan salinan atas putusan banding dari Pengadilan Tinggi.

Putusan banding telah diputuskan pada 18 Juli 2018 dipimpin oleh hakim tinggi Yohannes Sugiwidarto, didampingi hakim tinggi Rangkilemba Lakukua dan Sudaryadi.

Dalam putusannya, majelis hakim mengoreksi putusan sebelumnya, terutama terkait hukuman yang akan dijalani. Hakim tingkat pertama menjatuhkan pidana tiga tahun, kini vonisnya turun menjadi satu tahun.

Sementara denda yang dibebankan kepada terdakwa tetap Rp 200 juta. Jika denda tidak dibayarkan, maka akan diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan. Terdakwa Supriyono juga dalam amar putusan banding diperintahkan untuk tetap di dalam tahanan.

Baca juga: Pelaku Bagi-bagi Uang Saat Pilkada Divonis 3 Tahun Penjara

Supriyono terbukti membagi-bagikan amplop berisi uang kepada warga menjelang pencoblosan. Cara itu ditujukan agar warga memilih salah satu pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Temanggung.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Bujuk PKL Mau Direlokasi, Pengelola Pasar Baru Bekasi Gratiskan Biaya Sewa Kios 6 Bulan

Bujuk PKL Mau Direlokasi, Pengelola Pasar Baru Bekasi Gratiskan Biaya Sewa Kios 6 Bulan

Megapolitan
Polisi Sebut Truk Pasir Kelebihan Tonase Pemicu Kecelakaan di Tasikmalaya

Polisi Sebut Truk Pasir Kelebihan Tonase Pemicu Kecelakaan di Tasikmalaya

Regional
Polisi Targetkan Korban Kecelakaan Lalu Lintas dari Kaum Milenial Berkurang hingga 30 Persen

Polisi Targetkan Korban Kecelakaan Lalu Lintas dari Kaum Milenial Berkurang hingga 30 Persen

Megapolitan
Ingin Segera Akhiri 'Shutdown', Ini Tawaran Trump kepada Kongres

Ingin Segera Akhiri "Shutdown", Ini Tawaran Trump kepada Kongres

Internasional
Nah Ini Dia, 8 'Zona Nyaman' Pendidikan Belanda bagi Pelajar Indonesia

Nah Ini Dia, 8 "Zona Nyaman" Pendidikan Belanda bagi Pelajar Indonesia

Edukasi
Kedapatan Transaksi Sabu, Seorang Kepala Desa di Kabupaten Serang Ditangkap Polisi

Kedapatan Transaksi Sabu, Seorang Kepala Desa di Kabupaten Serang Ditangkap Polisi

Regional
Polisi: 55 Persen Korban Kecelakaan adalah Kaum Milenial

Polisi: 55 Persen Korban Kecelakaan adalah Kaum Milenial

Megapolitan
Bandara NYIA Kulon Progo Buka Peluang Rute Penerbangan Asia dan Timur Tengah

Bandara NYIA Kulon Progo Buka Peluang Rute Penerbangan Asia dan Timur Tengah

Regional
Beasiswa S1 di 14 Universitas dari Bazma Pertamina

Beasiswa S1 di 14 Universitas dari Bazma Pertamina

Edukasi
54 Persen Anak Masih Konsumtif dalam Penggunaan Uang

54 Persen Anak Masih Konsumtif dalam Penggunaan Uang

Edukasi
Menghidupkan Kembali Tenun Khas Tidore yang Punah Ratusan Tahun Silam

Menghidupkan Kembali Tenun Khas Tidore yang Punah Ratusan Tahun Silam

Regional
Menteri Jonan dan Cerita Becak UGM yang Memuliakan Penariknya

Menteri Jonan dan Cerita Becak UGM yang Memuliakan Penariknya

Edukasi
Mengintip Keseruan 'Holland Scholarship Day (HSD) 2019'

Mengintip Keseruan "Holland Scholarship Day (HSD) 2019"

Edukasi
Membangun Kesempatan Anak untuk 'Sibuk Main'

Membangun Kesempatan Anak untuk "Sibuk Main"

Edukasi
Fakta Penangkapan 4 Mucikari Prostitusi 'Online' Artis VA, 1 Pelaku Tak Ditahan karena Hamil

Fakta Penangkapan 4 Mucikari Prostitusi "Online" Artis VA, 1 Pelaku Tak Ditahan karena Hamil

Regional

Close Ads X