Akibat Arus Pendek Listrik, 4 Rumah Panggung di Bima Ludes Terbakar

Kompas.com - 03/08/2018, 08:26 WIB
Sebanyak 4 unit rumah panggung di Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, ludes terbakar akibat hubungan arus pendek listrik, Jumat (3/8/2018) KOMPAS.Com/SyarifudinSebanyak 4 unit rumah panggung di Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, ludes terbakar akibat hubungan arus pendek listrik, Jumat (3/8/2018)

BIMA, KOMPAS.com - Sebanyak empat rumah panggung milik warga Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), ludes terbakar, Jumat (3/8/2018).

Diduga, kebakaran hebat yang menghanguskan sejumlah rumah warga ini disebabkan hubungan arus pendek listrik di sebuah bangunan.

Empat unit rumah panggung berukuran 12 tiang itu diketahui milik Baitin (42), H Anwar (70), Amirudin (50) dan Juremis (50).

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Bambang Hermawan mengatakan, peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 03.00 Wita.

"Penyebab kebakaran berasal dari arus pendek listrik di salah satu rumah warga dan menjalar ke rumah warga lain," kata Bambang.

Ia mengatakan, api pertama kali diketahui oleh salah satu penghuni rumah titik sumber api. Ketika melihat api mulai membesar, pemilik rumah bersama masyarakat kemudian berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

Baca juga: Petugas Ranger Padamkan Kebakaran Padang Rumput di Pulau Komodo

Akan tetapi usaha itu tak berhasil. Karena bangunan yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar, api terus membesar dan merembet ke rumah warga lain.

Akibatnya, 4 unit rumah panggung berukuran 12 tiang beserta isinya ludes terbakar.

Untuk memadamkan api, dua unit mobil pemadam kebakaran milik BPBD dan Pemda Bima dikerahkan ke lokasi. Sekitar pukul 5.00 Wita, petugas Damkar akhirnya berhasil menjinakkan api.

"Empat rumah panggung yang ludes terbakar ini berada di RT 3 Desa Ngali. Untuk sementara para korban kebakaran mengungsi ke rumah keluarga terdekat," kata Bambang.

Baca juga: 10 Hektar Padang Rumput Pulau Komodo Terbakar, Ini Dampaknya

Menurut Baambang, tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Sementara kerugian material keseluruhannya belum bisa disimpulkan, karena petugas sedang melakukan pendataan.

"Kerugian belum diketahui, akan dilakukan kaji cepat oleh pemerintah desa dan BPBD Kabupaten Bima," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Regional
Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Regional
Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X