Kompas.com - 03/08/2018, 06:01 WIB
Screen shot percakapan WhatsApp Soeharto Sopir taksi online yang ditemukan tewas di Sumedang, Jawa Barat kepada kerabatnya, Rabu (01/08/2018). Kompas.com/Dean PahreviScreen shot percakapan WhatsApp Soeharto Sopir taksi online yang ditemukan tewas di Sumedang, Jawa Barat kepada kerabatnya, Rabu (01/08/2018).

SOLO, KOMPAS.com — Gambar pesan di atas adalah pesan WhatsApp terakhir dari seorang sopir taksi online asal Jakarta, Suharto alias Alex. Setelah sempat dinyatakan hilang, Suharto ditemukan tak bernyawa di antara semak-semak hutan di Sumedang, Jawa Barat.

Tubuh korban penuh luka lebam dan di lehernya terdapat luka cekikan.

Polisi terus mencari bukti -bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk dapat mengejar pelaku. Diduga kuat, korban dianiaya oleh penumpang yang mengorder taksi online

Berikut sejumlah fakta dari kasus dugaan perampokan dan pembunuhan sopir taksi online Suharto, termasuk perjuangannya untuk mengabarkan diri dalam bahaya meski akhirnya ditemukan tewas:

 

1. Kirim pesan dan share location

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Suharto sempat mengirimkan pesan yang menyiratkan rasa takut dan panik kepada rekannya yang bernama Kamil. Pesan diterima Kamil sekitar pukul 17.00 WIB, Selasa (31/7/2018).

"Iya teman saya yang namanya Kamil itu dapat chat WhatsApp dari Soeharto. Isinya Suharto share lokasi dan bilang kalau dia kejebak dan memberi tahu kalau ada apa-apa. Ada di lokasi yang dia share," kata Maulana, kerabat korban.

Setelah membaca pesan itu, keluarga dan rekan korban terus mencoba menghubungi Soeharto. Baru sekitar pukul 20.30 WIB, Suharto mengangkat telepon, tetapi suaranya terdengar panik.

Rekan-rekan sesama sopir online di wilayah Sumedang pun turut membantu untuk mencari keberadaan Soeharto. Pada Selasa malam, Soeharto ditemukan meninggal dunia di antara semak belukar di lahan milik Perhutani di Gendereg, Sumedang.

Baca Juga: Kronologi Hilangnya Sopir Taksi Online yang Ditemukan Tewas di Sumedang

 

 

Ilustrasi aplikasi Facebook, WhatsApp, Instagram, MessengerARUN SANKAR / AFP Ilustrasi aplikasi Facebook, WhatsApp, Instagram, Messenger

2. Pakai akun sopir online milik tetangga

Soeharto (31) alias Alex adalah warga Cempaka Putih Barat, Jakarta. Setiap hari, dia bekerja sebagai sopir taksi online dengan kendaraan Daihatsu Xenia bernomor polisi B 2256 FTY.

Berdasarkan keterangan saksi, Soeharto bukanlah mitra taksi online langsung. Dia menjalankan kendaraan dengan akun online milik tetangganya. Namun, dia juga punya akun sendiri.

"Korban ini beroperasi di Jakarta, mobil yang dipakai untuk operasional itu milik tetangganya," kata Hartoyo, Rabu (1/8/2018).

Dia diketahui sering meminjam mobil dan akun milik tetangganya untuk mengantar penumpang. Dugaan sementara, korban dianiaya hingga meninggal dunia oleh penumpangnya. Jasadnya lalu dibuang di tempat yang jauh dari pemukiman penduduk.

Baca juga: Sebelum Tewas di Sumedang, Sopir Taksi Online Terima Order Offline dari Jakarta

 

IlustrasiKOMPAS Ilustrasi

3. Luka bekas cekikan dan lebam akibat hantaman benda tumpul

Polisi mendapati korban dalam posisi telungkup di antara semak-semak. Badannya terdapat luka lebam dan terdapat bekas luka akibat cekikan di leher korban.

Dari hasil otopsi tim dokter forensik RS Bhayangkara Sartika Asih, Bandung, penyebab kematian korban adalah karena benda tumpul.

"Hasil otopsi, korban meninggal akibat benda tumpul," kata Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo.

Sementara itu, polisi menduga pelaku mencoba menghilangkan jejak dengan membuang jasad korban di lokasi yang jauh dari pemukiman, yaitu di area Perhutani di Sumedang, 31 Juli 2018.

Baca Juga: Sopir Taksi Online yang Tewas di Sumedang Diduga Dipukul Benda Tumpul

 

 

Ilustrasi taksi online Uber Ilustrasi taksi online Uber

4. Terima order offline dari Jakarta

Hingga saat ini sudah ada sembilan saksi yang dimintai keterangan kepolisian terkait kematian Soeharto (31) alias Alex. Dari keterangan para saksi, polisi mengungkapkan bahwa Suharto ternyata menerima order offline dari penumpangnya di Jakarta.

"Dia angkut penumpangnya di Jakarta, orderannya offline bukan online," kata Hartoyo.

Dari akun Facebook korban, polisi mengetahui korban mengantar penumpang dari Bekasi tujuan Subang.

Polisi menduga korban mengalami masalah di daerah Pamanukan antara pukul 17.00 hingga 18.00 WIB. Saat itu, telepon seluler korban sulit untuk dihubungi. GPS kendaraan juga tidak aktif.

"Kami masih belum pastikan. Kami sudah cari saksi di sepanjang daerah itu," kata Hartoyo. Polisi juga mendalami motif di balik kematian Soeharto tersebut. 

Baca Juga: Ini Pesan WhatsApp Sopir Taksi Online yang Ditemukan Tewas di Sumedang

 

Sumber: Kompas.com (Agie Permadi/Dean Pahrevi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.