Dedi Mulyadi: Korban Kawin Kontrak "Dibeli" Rp 400 Juta oleh Warga Tiongkok

Kompas.com - 02/08/2018, 09:24 WIB
Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi, sedang berdiskusi pemulangan korban penjualan ABG di China bersama keluarga korban di Kantor Kemenlu RI, Senin (30/7/2018). KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHAKetua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi, sedang berdiskusi pemulangan korban penjualan ABG di China bersama keluarga korban di Kantor Kemenlu RI, Senin (30/7/2018).

KOMPAS.com - Ketua DPD Golkar Jawa Barat menyebutkan, satu perempuan yang terjerat kawin kontrak dibeli Rp 400 juta per orang oleh warga Tiongkok.

Hal itu berdasarkan pengakuan perempuan korban kawin kontrak yang menghubunginya melalui aplikasi WhatsApp. Dedi mengaku sudah berkomunikasi dengan korban kawin kontrak asal Purwakarta, Sukabumi dan Subang.

"Berdasarkan pengakuan para korban yang saya hubungi, mereka dibeli Rp 400 juta. Tapi uang tidak sampai ke korban. Entah ke mana uangnya," kata Dedi kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (2/8/2018).

Menurut Dedi, korban mengetahui "dibeli" seharga itu berdasarkan pengakuan suaminya. Ketika marah jika tidak dilayani, kata Dedi, suami korban selalu bilang bahwa istrinya dibeli Rp 400 juta.

Menurut Dedi, soal uang itu pula yang membuat proses pemulangan mengalami kendala. Ketika korban minta pulang ke Indonesia, suaminya minta ganti uang yang sudah dikeluarkan.

"Namun jika dengan uang itu, mereka bisa pulang, ya kita bisa gotong-royong mengumpulkan yang untuk menebusnya," kata Dedi.

Baca juga: Korban Kawin Kontrak di China: Tolong Kami Pak, Pulangkan Kami dengan Cepat

Selain itu, proses pemulangan juga terkendala oleh ikatan pernikahan antara korban dan warga Tiongkok di sana. Menurut Dedi, berdasarkan hasil pertemuan dengan pihak Kemenlu, kepolisian Tiongkok sulit memulangkan WNI karena mereka dianggap istri yang sah.

"Itu problem utamanya. Di satu sisi, polisi di China kesulitan untuk memulangkan mereka karena ada ikatan perkawinan. Di sisi lain, para korban mengaku mengalami kekerasan fisik selama di sana," kata mantan bupati Puwakarta yang peduli terhadap buruh migran ini.

Ia pun berharap pemerintah mendapat solusi yang tepat dalam menyelesaikan kasus kawin kontrak ini. Para korban diharapkan bisa dipulangkan kembali ke Indonesia.

Sebelumnya, polisi membongkar praktik tindak pidana perdangan orang (TPPO) dengan menangkap seorang pria asal Tiongkok yang diketahui berinisial GSC alias AKI, bersama kedua rekrutannya, yakni TDD alias V alias C dan seorang pria berinisial YH alias A yang merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Ketiganya ditangkap karena tega menjual belasan perempuan Indonesia ke negeri tirai bambu untuk dijadikan budak seks dan pekerja paksa.

Baca juga: Belasan Wanita Dikawin Kontrak di China untuk Jadi Budak Seks

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengungkapkan bahwa sedikitnya 12 perempuan dari berbagai daerah di Indonesia ini menjadi korban perdagangan orang. Perempuan-perempuan ini berasal dari daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X