Polisi Amankan Pelaku Penganiayaan Ibu Lurah yang Selamat Setelah Pura-pura Mati

Kompas.com - 01/08/2018, 21:33 WIB
Ilustrasi penangkapan Think StockIlustrasi penangkapan

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Polres Banyuwangi mengamankan AS, warga Kecamatan Muncar, sebagai pelaku kekerasan kepada Wilujeng  Esti Utami (53), Lurah Penataban, Kecamatan Giri yang ditemukan di Sungai Sere dalam keadaan tangan dan kaki terikat dan hampir tenggelam.

Saat diamankan oleh polisi pada Rabu pagi (1/8/2018), AS sempat mengelak mengakui kejahatan yang telah dilakukan kepada perempuan tersebut.

AKBP Donny Adityawarman Kapolres Banyuwangi menjelaskan, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi termasuk staf kelurahan Penataban yang sempat melihat AS menjemput Wilujeng Esti di kantor kelurahan pada Selasa siang (31/7/2018).

"Kita sempat tunjukan foto AS kepada korban dan diakui jika benar itu orangnya. Dan kita juga sudah memeriksa pembantu AS yang membenarkan jika majikannya memiliki mobil yang sama digunakan menjemput korban serta kita periksa beberapa staf kelurahan yang tau saat lurah dijemput," jelas Kapolres Banyuwangi.

Baca juga: Ditemukan Nyaris Tenggelam, Ibu Lurah Ini Selamat Setelah Pura-pura Mati

Pihak kepolisian juga berhasil mengamankan uang tunai 60 juta rupiah milik korban yang disembunyikan pelaku di rumah pengasuh anaknya di kecamatan Srono.

Sementara tas ransel dan ponsel milik korban diakui AS telah dibuang di jalan. Sedangkan mobil yang digunakan untuk menjemput pelaku disembunyikan di salah satu rumah kerabatnya.

Kapoles Banyuwangi menjelaskan motif kekerasan yag dilakukan AS adalah untuk memiliki uang milik Wilujeng sebesar Rp 60 juta, yang diakui oleh AS akan dipinjam oleh Gus Makki, ketua PCNU Banyuwangi.

"Jadi AS ini pura-pura jika Gus Makki yang meminta uang Rp 60 juta. Untuk meyakinkan, pelaku ini meminta rekannya mengaku sebagai Gus Makki melalui sambungan telpon," kata Kapolres Banyuwangi.

Saat ini AS sudah ditetapkan sebagai tersangka dan rekannya yang mengaku sebagai Gus Makki disambungan telpon diperiksa sebagai saksi.

Baca juga: Antasena, Tank Boat Pertama di Dunia yang Dibuat di Banyuwangi

"Antara korban dan pelaku ini saling mengenal di media sosial. Saat ini kita sedang kembangkan untuk pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Kapolres.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wilujeng Esti Utami, Lurah Penataban ditemukan oleh warga di Sungai Sere yang berjarak 70 kilometer dari rumah. Saat ditemukan, tangan dan kaki Wilujeng terikat ditengah sungai.

Perempuan tersebut ditemukan dalam keadaan hidup dengan luka-luka di bagian kepala dan dada. Sebelum dibuang di sungai, Wilujeng berpura-pura mati ketika AS memukulnya menggunakan palu dan pistol mainan saat di dalam mobil. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X