Menabung 10 Tahun, Nenek Penjual Ikan Asin Akhirnya Berangkat Haji

Kompas.com - 01/08/2018, 13:19 WIB
Wa Iha (kerudung merah), seorang nenek yang berumur 78 tahun dan sehari-harinya menjual ikan asin di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, akhirnya bisa menunaikan ibadah haji. KOMPAS.com/ DEFRIATNO NEKEWa Iha (kerudung merah), seorang nenek yang berumur 78 tahun dan sehari-harinya menjual ikan asin di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, akhirnya bisa menunaikan ibadah haji.

BAUBAU, KOMPAS.com – Setelah menabung selama 10 tahun lebih, Wa Iha, nenek 78 tahun yang sehari-harinya menjual ikan asin di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, akhirnya bisa menunaikan ibadah haji.

Ia tak menyangka impiannya untuk naik haji selama ini akhirnya terwujud di tahun 2018 ini.

“Saya tidak menyangka naik (haji) tahun ini. Saya senang sekali, karena ada orang dari Kementerian Agama datang dan bilang sudah ada ini panggilanmu (naik haji),” kata Wa Iha saat ditemui di rumahnya, Rabu (1/8/2018).

Mendapat panggilan tersebut, ia sangat senang sekali dan langsung merasa sehat, padahal kondisinya saat itu lagi tidak enak badan.

Wanita yang telah mempunyai beberapa orang cucu ini menuturkan sudah sepuluh tahun lebih ia telah menabung untuk biaya ibadah hajinya.

“Setiap hari saya simpan kadang Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, kadang juga sehari saya tidak simpan karena tidak ada,” ujarnya.

Baca juga: Penumpangnya Sering Tidak Bayar, Tukang Ojek Ini Bisa Naik Haji

Pada tahun 2010, ia kemudian mendaftarkan haji di Kantor Kementerian Agama Kota Baubau dan tahun 2018 ini Wa Iha berangkat haji tergabung dalam kloter 22.

Hasna, adik Wa Iha, mengaku sangat senang, kakaknya, Wa Iha bisa menunaikan ibadah haji seorang diri. Ia menambahkan, selama ini kakaknya berjuang sendiri menyisihkan hasil jualannya untuk naik haji.

“Kakak saya ini setiap hari dia jualan ikan asin di Pasar Karya Nugraha. Setiap hari uangnya dia tabung, dia simpan di balik kasur. Setelah cukup uangnya, dia mendaftar haji. Kami keluarga sangat senang sekali,” ucap Hasna.

Baca juga: 23 Tahun Menabung, Seorang Tukang Ojek Bentor Berangkat Haji bersama Istrinya

Kompas TV Sementara itu, jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia kini mencapai 15 orang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X