Kompas.com - 31/07/2018, 22:25 WIB
Mobil mewah milik bandar narkoba di Surabaya disita BNN KOMPAS.com/Achmad FaizalMobil mewah milik bandar narkoba di Surabaya disita BNN

SURABAYA, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyita harta jaringan bandar narkoba yang nilainya mencapai Rp 24 miliar di Surabaya.

Selain uang tunai, harta bandar narkoba yang disita juga berupa rumah dan apartemen mewah, motor dan 5 mobil mewah yang ada di Surabaya.

Aset tersebut diungkap BNN yang meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri dana hasil bisnis narkoba yang melibatkan Juvictor Indraguna dengan barang bukti berupa 8,3 kilogram sabu-sabu pada 4 Maret 2017 lalu.

"Kita libatkan PPATK karena kami jerat pelaku dengan undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)," kata Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko di Surabaya, Selasa (31/7/2018).

Pihaknya sengaja menjerat bandar narkoba dengan Undang-undang Tindak Pidana TPPU untuk memiskinkan para bandar narkoba.

"Menangkap dan memenjarakan bandar narkoba ternyata tidak cukup, harta hasil bisnis narkoba juga harus dikejar," jelasnya.

Baca juga: Polisi Tangkap Bandar Narkoba, Barang Bukti Hampir 1 Kg Sabu

Atas kasus TPPU hasil bisnis narkoba itu, pihaknya mengamankan 5 tersangka, yakni Adiwijaya alias Kwang, Army Roza alias Bobi (narapidana kasus narkoba di Lapas Tangerang), Ali Akbar Sarlak (warga negara Iran napi kasus narkoba di Lapas Tangerang), Tamia Tirta Anastasia alias Sunny Edward, dan Lisan Bahar.

Para pelaku beroperasi memutar uang hasil bisnis narkoba dengan memanfaatkan perusahaan fiktif di bisnis money changer dan perusahaan bidang emas dan tembaga.

"Salah satu pelaku juga memalsukan identitas agar bisa membuka rekening di bank yang dioperasikan orang dekat pelaku," jelasnya.

Baca juga: BNN Palopo Tangkap 3 Bandar Narkoba, Salah Satunya DPO Oknum Ketua RT

Para tersangka terancam Pasal 3, 4, dan 5 ayat (1) Jo Pasal 10 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dengan ancaman hukuman maksimal pidana penjara selama 20 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X