Inspeksi, Petugas Balai Karantina Temukan Ikan Predator Asal Amazon

Kompas.com - 31/07/2018, 18:53 WIB
Petugas Balai Karantina Ikan saat monitorng dan pendataan ikan jenis predator di Pangkal Pinang. KOMPAS.com/HERU DAHNURPetugas Balai Karantina Ikan saat monitorng dan pendataan ikan jenis predator di Pangkal Pinang.

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Hingga hari terakhir batas waktu penyerahan, Selasa (31/7/2018), pemilik ikan predator atau invansif di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, memilih untuk melakukan perawatan sendiri hewan piaraan mereka.

Petugas Balai Karantina Ikan yang melakukan inspeksi lapangan, akhirnya mendata pemilik dan jenis ikan yang dipelihara.

Saat melakukan inspeksi lapangan, petugas menemukan 7 ekor ikan predator jenis Peacock Bass asal Amazon, Amerika.

Di hadapan petugas, pemilik ikan yang juga ketua Komunitas Ikan Predator Bangka Belitung, Rio, berjanji untuk memelihara ikan tersebut dan tidak akan melepaskannya ke habitat umum.

Perkembangan ikan predator yang dipelihara sejak dua tahun lalu juga wajib dilaporkan kepada petugas Balai Karantina setempat.

“Dulu memang saya pelihara jenis Aligator. Sekarang sudah tidak ada lagi. Untuk jenis Peacock Bass akan dipelihara sendiri, tapi tetap dilaporkan kalau ada yang mati atau dipindahkan,” kata Rio, Selasa (31/7/2018).

Baca juga: Deportasi Ikan Arapaima ke Sungai Amazon

Petugas lapangan tidak melakukan penyitaan karena belum adanya perintah eksekusi dari pemerintah pusat.

“Penyerahan ikan-ikan predator milik warga sejauh ini baru bersifat imbauan, namun akan ditindak tegas jika sengaja diselundupkan atau dilepaskan ke habitat umum,” kata Kepala Balai Karantina Ikan Kepulauan Bangka Belitung, Darwin Syahputra.

Dia mengungkapkan, dari hasil pendataan, pengawasan dilakukan terhadap lokasi dan pemilik ikan predator. Payung hukum yang digunakan berupa Permen KP Nomor 41/2014 dan Undang-undang 31/2009 tentang Perikanan.

“Kalaupun dipelihara tujuannya untuk wisata dan edukasi. Tapi prosesnya cukup ketat juga. Nanti jika prosedurnya tidak terpenuhi bisa saja kami lakukan pemusnahan,” ujarnya.

Baca juga: Pemilik Arapaima Beri Keterangan Palsu soal Jumlah Ikan yang Dilepas

Kompas TV Seekor ikan arapaima gigas ditangkap oleh 2 orang nelayan di Sungai Kawasan Rolag, Gunung Sari Surabaya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seputar Aksi Tolak Omnibus Law, Nyaris Bentrok di UIN Sunan Kalijaga hingga Kantor Ganjar 'Disita'

Seputar Aksi Tolak Omnibus Law, Nyaris Bentrok di UIN Sunan Kalijaga hingga Kantor Ganjar "Disita"

Regional
'Saya Enggak Mau Bawa Virus ke Rumah, 3 Anak Masih Kecil-kecil'

"Saya Enggak Mau Bawa Virus ke Rumah, 3 Anak Masih Kecil-kecil"

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Dia Harus Bayar Air Susu Saya, Capek Jadi Ibu' | Efek Suntikan Vaksin Covid-19, Ada yang Mengantuk Tak Tertahan

[POPULER NUSANTARA] "Dia Harus Bayar Air Susu Saya, Capek Jadi Ibu" | Efek Suntikan Vaksin Covid-19, Ada yang Mengantuk Tak Tertahan

Regional
Kisah Pilu Selamet, Mata Melotot dan Kulit Melepuh, Dibawa ke RS dengan Uang Pinjaman

Kisah Pilu Selamet, Mata Melotot dan Kulit Melepuh, Dibawa ke RS dengan Uang Pinjaman

Regional
Kronologi Bocah 9 Tahun Terjebak dan Tewas Saat Rumahnya Terbakar di Muaro Jambi

Kronologi Bocah 9 Tahun Terjebak dan Tewas Saat Rumahnya Terbakar di Muaro Jambi

Regional
Pengakuan Relawan Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Badan Terasa Enak dan Nafsu Makan Tinggi

Pengakuan Relawan Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Badan Terasa Enak dan Nafsu Makan Tinggi

Regional
Detik-detik 2 Bocah Terjebak di Rumah yang Terbakar, 1 Anak Tewas dan Ibu Histeris Minta Tolong

Detik-detik 2 Bocah Terjebak di Rumah yang Terbakar, 1 Anak Tewas dan Ibu Histeris Minta Tolong

Regional
Putra Sulung Risma: Saya Sudah Siap Jika Direkom PDI-P Jadi Calon Wakil Wali Kota Surabaya

Putra Sulung Risma: Saya Sudah Siap Jika Direkom PDI-P Jadi Calon Wakil Wali Kota Surabaya

Regional
Bos Muncikari VS Ditangkap, Mengaku Sudah 5 Tahun Jalankan Prostitusi Artis, Ini Keuntungannya

Bos Muncikari VS Ditangkap, Mengaku Sudah 5 Tahun Jalankan Prostitusi Artis, Ini Keuntungannya

Regional
Seorang Bocah Tewas Terjebak Api Saat Rumahnya Terbakar, Ibu Histeris Minta Tolong

Seorang Bocah Tewas Terjebak Api Saat Rumahnya Terbakar, Ibu Histeris Minta Tolong

Regional
Ini Kata Suplier soal Daging Ayam Busuk Program BPNT

Ini Kata Suplier soal Daging Ayam Busuk Program BPNT

Regional
Polisi Dalami Kasus Daging Busuk Tidak Layak Konsumsi Program BPNT

Polisi Dalami Kasus Daging Busuk Tidak Layak Konsumsi Program BPNT

Regional
Pemuda Dibunuh Saat Pulang Nonton Orkes Dangdut, Polisi: Pelaku Balas Dendam

Pemuda Dibunuh Saat Pulang Nonton Orkes Dangdut, Polisi: Pelaku Balas Dendam

Regional
Video Merundung Temannya Viral, 9 Remaja Putri di Solo Diamankan Polisi

Video Merundung Temannya Viral, 9 Remaja Putri di Solo Diamankan Polisi

Regional
Risma Minta Fatayat NU Mengawasi Kondisi Ibu Hamil dan Balita Selama Pandemi

Risma Minta Fatayat NU Mengawasi Kondisi Ibu Hamil dan Balita Selama Pandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X