Ustaz Abdul Somad: Doakan Saya Istiqomah Jadi Ustaz Sampai Mati...

Kompas.com - 31/07/2018, 15:13 WIB
Dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) memberikan tausiyah pada acara Tabligh Akbar di Serpong, Tangerang, Selatan, Banten, Rabu (11/7). Tabligh yang dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah ini diadakan dalam rangka Halal Bihalal masyarakat Serpong pada perayaan Idulfitri 1439 H. ANTARA FOTO/Muhammad IqbalDai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) memberikan tausiyah pada acara Tabligh Akbar di Serpong, Tangerang, Selatan, Banten, Rabu (11/7). Tabligh yang dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah ini diadakan dalam rangka Halal Bihalal masyarakat Serpong pada perayaan Idulfitri 1439 H.

SEMARANG, KOMPAS.com - Ustaz Abdul Somad hanya meminta didoakan menjadi ustaz sampai akhir hayatnya.

Hal ini disampaikannya terkait kabar namanya layak disandingkan untuk menjadi calon wakil presiden pasangan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dalam Pemilu Presiden 2019.

"Doakan Ustaz Somad istiqomah jadi ustaz sampai mati. Ini ada dunia pendidikan dan dakwah, biarkan Ustadz Somad fokus pendidikan dan dakwah saja," katanya disambut tepuk tangan dari peserta saat mengisi tabligh akbar di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Senin (30/7/2018).

Namun, Ustaz Abdul Somad menegaskan bahwa dirinya tetap menghormati keputusan Forum Ijtima Ulama dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa yang merekomendasikan namanya sebagai salah satu cawapres pendamping Prabowo.

"Para ulama ijtima, santri-santri, memberikan rekomendasi, kami hormati, kami muliakan, dan kami doakan," kata pria kelahiran Silo Lama, Sumatera Utara, 18 Mei 1977 itu.

Ustaz Abdul Somad lalu mengungkapkan, dia terkesan dengan sambutan saat tiba di Kota Semarang. Menurut dia, kepolisian dan TNI menyambutnya seperti pejabat penting.

"Kota Semarang ini luar biasa, yang menyambut TNI dan Polri, disambut seperti calon wakil presiden saja," kelakarnya disambut tawa hadirin, termasuk Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono yang hadir.

Namun, dia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menjadi cawapres. Ustaz Abdul Somad lalu kembali melanjutkan tausiahnya dalam tabligh akbar bertema "Islam Rahmatan lil alamin, Multikulturalisme, Keislaman, dan Keindonesiaan".

Dia mengajak generasi muda, khususnya kalangan mahasiswa, yang hadir untuk menggapai cita-citanya yang disebutkannya berpeluang untuk mengisi enam paket jabatan negara.

"Ada anggota legislatif kabupaten, kota, provinsi, pusat, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), presiden, dan wakil presiden. Ada peluang enam paket yang bisa kalian isi," katanya.

Menurut Ustaz Abdul Somad, kalau merasa mampu, tidak ada salahnya untuk mencoba peluang tersebut. Namun yang pasti, lanjut dia, generasi muda yang mempunyai hak pilih harus menggunakannya dengan sebaik-baiknya.

"Kalau mampu, calonkan diri kalian. Kalau tidak mampu, kalian masih punya suara untuk memilih. Nanti, ketika mencoblos kertas pada 2019. Ingat kalian sedang memilih pemimpin," tuturnya.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Dokter Senior di Probolinggo Meninggal karena Covid-19

Seorang Dokter Senior di Probolinggo Meninggal karena Covid-19

Regional
Mulai 3 Juli, Tiga Ruas Jalan Protokol di Surabaya Kembali Ditutup

Mulai 3 Juli, Tiga Ruas Jalan Protokol di Surabaya Kembali Ditutup

Regional
Cerita Abdi Dalam Keraton Solo yang Menganggur Akibat Wabah, Hidup Bergantung Bantuan

Cerita Abdi Dalam Keraton Solo yang Menganggur Akibat Wabah, Hidup Bergantung Bantuan

Regional
Warga Sleman Terinfeksi Virus Corona Setelah Temani Ibunya di Rumah Sakit

Warga Sleman Terinfeksi Virus Corona Setelah Temani Ibunya di Rumah Sakit

Regional
Remaja Nekat Membegal, yang Dibegal Kakak Sendiri, Korban Ditusuk lalu Dibawa ke RS

Remaja Nekat Membegal, yang Dibegal Kakak Sendiri, Korban Ditusuk lalu Dibawa ke RS

Regional
Kota Sukabumi Bikin Sekolah Tatap Muka di Masa Pandemi, Jadi 'Pilot Project' se-Jabar

Kota Sukabumi Bikin Sekolah Tatap Muka di Masa Pandemi, Jadi "Pilot Project" se-Jabar

Regional
Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Begini Kata Risma

Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Begini Kata Risma

Regional
4 Pasien Baru Positif Corona di Grobogan, 2 di Antaranya Lansia

4 Pasien Baru Positif Corona di Grobogan, 2 di Antaranya Lansia

Regional
Alasan Bersujud dan Menangis, Risma: Saya Enggak Terima Staf Saya Disalahkan

Alasan Bersujud dan Menangis, Risma: Saya Enggak Terima Staf Saya Disalahkan

Regional
Warga Korban Covid-19 Gugat Wali Kota Pematangsiantar

Warga Korban Covid-19 Gugat Wali Kota Pematangsiantar

Regional
2 Pasien Covid-19 di Palu Kabur dari Tempat Isolasi

2 Pasien Covid-19 di Palu Kabur dari Tempat Isolasi

Regional
2 Kepala Dinas di Surabaya Positif Covid-19, Seluruh Pegawai Jalani Tes Swab

2 Kepala Dinas di Surabaya Positif Covid-19, Seluruh Pegawai Jalani Tes Swab

Regional
Mantan Pjs Wali Kota Bandung Muhamad Solihin Meninggal Akibat Corona, 2 Keluarganya Positif

Mantan Pjs Wali Kota Bandung Muhamad Solihin Meninggal Akibat Corona, 2 Keluarganya Positif

Regional
Mempelai Pria Jadi Tersangka Kasus Pernikahan Sejenis di Soppeng

Mempelai Pria Jadi Tersangka Kasus Pernikahan Sejenis di Soppeng

Regional
Tangis dan Sujud Risma di Balai Kota Surabaya Jadi Sorotan, Ini Pengakuannya

Tangis dan Sujud Risma di Balai Kota Surabaya Jadi Sorotan, Ini Pengakuannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X