Gelombang Tinggi di Laut Selatan Jawa Barat Semakin Berkurang

Kompas.com - 30/07/2018, 11:11 WIB
Warga berusaha mengambil ikan yang terlempar dari kapal motor Eka Sari II saat terdampar di Pantai Tegal Kamulyan, CIlacap, Jawa Tengah, Rabu (25/7/2018). KOMPAS.com/Instagram Igers CilacapWarga berusaha mengambil ikan yang terlempar dari kapal motor Eka Sari II saat terdampar di Pantai Tegal Kamulyan, CIlacap, Jawa Tengah, Rabu (25/7/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gelombang tinggi di Laut Selatan Jawa Barat disebabkan oleh kecepatan angin yang meningkat hingga 37 km/jam di laut selatan Jawa. Namun kini kecepatan angin terus berubah dan semakin berkurang.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat, Toni Agus Wijaya mengatakan, puncak kemarau ini terjadi pada bulan Juli-Agustus. Meski gelombang besar ini terbilang normal setiap musim kemarau, namun kecepatan angin setiap harinya berubah. 

"Berpotensi terjadi di puncak musim kemarau Juli-Agustus. Tetapi kecepatan angin di hari tertentu berkurang, sehingga tinggi gelombang juga berkurang," jelas Agus melaui pesan singkatnya, Senin (30/7/2018). 

Berdasarkan informasi prakiraan tinggi dari BMKG, gelombang tinggi di laut selatan Jawa Barat berangsur berkurang. Jika sebelumnya gelombang tinggi mencapi 6 meter, kini gelombang berkurang hanya di ketinggian 5 meter. 

Baca juga: Dua Gadis Hanyut Saat Berenang di Muara Pantai Sodong Cilacap

Prakiraan tinggi gelombang laut maksimum di Jawa Barat

Laut Selatan, Jawa Barat:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

30 Juli 2018 : 3,5 - 4,0 meter

31 Juli 2018 : 2,5 - 3,0 meter

1 Agt 2018 : 2,5 - 3,5 meter

2 Agt 2018 : 2,5 - 4,0 meter

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.