23 Tahun Menabung, Seorang Tukang Ojek Bentor Berangkat Haji bersama Istrinya

Kompas.com - 29/07/2018, 09:40 WIB
Walaupun pekerjaannya sebagai tukang ojek bentor, tak menyurutkan niat sepasang suami istri asal Kota Baubau Sulawesi Tenggara, untuk bisa menunaikan ibadah haji di Mekah, Arab Saudi. Hampir sekitar 23 tahun, pasangan suami istri, Rasyid K dan Jamria, yang penuh kesabaran menyisihkan sebagian hasil ojek suaminya ditabung agar bisa beribadah haji berdua. KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKEWalaupun pekerjaannya sebagai tukang ojek bentor, tak menyurutkan niat sepasang suami istri asal Kota Baubau Sulawesi Tenggara, untuk bisa menunaikan ibadah haji di Mekah, Arab Saudi. Hampir sekitar 23 tahun, pasangan suami istri, Rasyid K dan Jamria, yang penuh kesabaran menyisihkan sebagian hasil ojek suaminya ditabung agar bisa beribadah haji berdua.

BAUBAU, KOMPAS.com – Walaupun bekerja sebagai tukang ojek bentor, hal itu tak menyurutkan niat sepasang suami istri asal Kota Baubau Sulawesi Tenggara untuk bisa menunaikan ibadah haji di Mekah, Arab Saudi.

Hampir sekitar 23 tahun, pasangan suami istri, Rasyid K dan Jamria, yang penuh kesabaran menyisihkan sebagian hasil ojek suaminya ditabung agar bisa beribadah haji berdua.

Saat ditemui di rumahnya, Minggu (29/7/2018), di Kelurahan Bataruguru, Kecamatan Wolio, Kota Baubau, Rasyid mengatakan, ia menjadi tukang ojek sekitar tahun 1990-an.

Sementara istrinya, Jamria, hanyalah ibu rumah tangga biasa. Di tahun 1995, ia telah mempunyai niat yang kuat untuk menunaikan ibadah haji bersama istrinya.


“Sebagian hasil ojek saya sisihkan untuk ke tanah suci. Sehari saya sisihkan sekitar Rp 20.000 hingga Rp 30.000 untuk berangkat haji,” kata Rasyid, Minggu (29/7/2018).

Setelah menabung beberapa tahun, Rasyid bersama istrinya kemudian mendaftar ibadah haji dengan membayar Rp 5 juta.

“Setelah menyetor, Alhamdulillah, rezeki ada-ada saja, dan memang kenyataannya ada. Biasanya saya bisa sisihkan menabung Rp 20.000 per hari, setelah menyetor haji, saya langsung bisa menabung Rp 50.000 atau Rp 60.000 per harinya,” ujarnya.

Setiap bulan ia bisa menabung Rp 500.000 untuk melunasi kebarangkatan naik haji sambil menunggu daftar keberangkatan naik haji.

Dengan penuh kesabaran dan keyakinan, lelaki yang punya enam orang anak ini bisa melunasi keberangkatan naik haji sebesar Rp 80 juta bersama istrinya, dan tahun 2018 ini keduanya dijadwalkan akan berangkat naik haji bersama calon jamaah haji lainnya.

“Saya bersyukur sekali, bahkan tidak sangka-sangka kalau saya akan ke tanah suci, karena pekerjaan saya yang tidak sesuai. Makanya saya bersyukur sekali sama Allah, karena pekerjaan saya yang mengantarkan saya ke tanah suci,” tutur Rasyid.

“Setelah tiba di Mekah, saya akan berdoa semoga keluarga dan anak saya bisa ke tanah suci lagi,” tambahnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X