Ini Penjelasan BMKG Soal Embun Es Dieng dan Kabut Pagi Cilacap

Kompas.com - 28/07/2018, 14:26 WIB
Embun beku yang kerap dikenal masyaraka dengan istilah Bun Upas menyapu wilayah Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (6/7/2018). KOMPAS.com/Dok Pokdarwis Dieng KulonEmbun beku yang kerap dikenal masyaraka dengan istilah Bun Upas menyapu wilayah Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (6/7/2018).

BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Akhir-akhir ini cuaca malam hingga dini hari di wilayah Banyumas Raya terasa sangat dingin. Bahkan di daerah yang setiap hari selalu berhawa panas dapat terjun drastis hingga mencapai 19 derajat celcius.

Salah satu daerah yang menerima dampak paling parah dari cuaca ekstrim tersebut adalah Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. Sudah beberapa hari ini, setiap pagi, kawasan Dieng selalu berwajah pucat karena tertutup embun es atau yang oleh masyarakat sekitar dijuluki bun upas.

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie Parayudhi mengatakan, penyebab bun upas turun di daerah Dieng adalah suhu ekstrim yang turun hingga angka 5 derajat celcius pada dini hari. Penurunan suhu yang sangat signifikan tersebut, menurut Setyoajie, dipengaruhi oleh musim kemarau.

"Secara klimatologisnya, puncak musim kemarau terjadi pada bulan Juli dan Agustus, dimana angin timuran semakin kuat daj dominan. Angin timuran yang berasal dari Australia ini bersifat kering dan dingin," jelasnya.

Baca juga: Cerita Mereka yang Baru Pertama Kali Menyaksikan Embun Es di Dieng

Pada musim kemarau, lanjut Setyoajie, peluang terjadi hujan sangat kecil, karena tidak banyak tutupan awan yang berpotensi hujan. Sehingga energi panas matahari yang terpantul dari bumi langsung hilang ke atmosfer.

"Kondisi ini jika terjadi terus menerus menyebabkan udara semakin dingin yang dapat menyebabkan uap air atau mbun menjadi beku atau bun upas, kondisi ini akan terus berlanjut sampai puncak musim kemarau bulan Agustus," katanya.

Kabut pagi di Cilacap

Sementara itu, cuaca esktrim juga dialami oleh warga Cilacap. Dalam catatan iklim yang diperoleh Stasiun Meteorologi Cilacap, sejak tahun 1975 sd 2018, rekor suhu terendah atau minimum terjadi pada tanggal 14 Agustus 1994. Saat itu tercatat suhu minimum 17,4 derajat celcius dan suhu maksimum hanya 25,8 derajat celcius dan rata rata 22,9 derajat celcius.

"Saat ini kisaran suhu minimum tercatat 19 derajat celcius, artinya suhu minimum belum seekstrim seperti tahun 1994 lalu.Namun demikian rasanya sudah beda, lebih dingin dan jelas tidak seperti hari hari biasa, ini karena kita sedang memasuki musim kemarau," ujar Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo.

Baca juga: Penjelasan BMKG soal Cuaca Dingin di Indonesia, Termasuk Embun Es di Dieng

Dalam penjelasannya, Teguh menuturkan, secara meteorologis pada bulan Juli dan Agustus wilayah Australia berada pada periode musim dingin. Tekanan udara di Australia cukup tinggi sehingga terbentuk antisiklon didaerah tersebut dan massa udara di Australia bersifat dingin dan kering.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Regional
Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Regional
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Regional
Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Regional
Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Regional
Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang  Pertama Kali Terapkan 'Local Lockdown' di Tanah Air

Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang Pertama Kali Terapkan "Local Lockdown" di Tanah Air

Regional
Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Regional
Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Regional
Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Regional
Setahun Pandemi,  Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Setahun Pandemi, Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Regional
172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

Regional
Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Regional
Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Regional
Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X