Dua Pelaku Pungli Pembuatan Sertifikat Tanah di BPN Siak Ditahan

Kompas.com - 28/07/2018, 06:34 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi

PEKANBARU, KOMPAS.com - Dua orang wanita pelaku pungutan liar ( pungli) di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Siak, Riau, ditetapkan sebagai tersangka. Kedua pelaku kini mendekam di tahanan Polres Siak.

"Sudah tersangka. Kini sedang penyidikan," kata Kapolres Siak AKBP Ahmad David kepada Kompas.com, Jumat (27/7/2018).

Dia mengatakan, dua orang tersangka berinisial berinisial SD (34) menjabat sebagai Kasubsi Peralihan Hak Tanah dan YH (37) selaku pegawai honorer.

Kedua pelaku ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan langsung tim satuan tugas pemberantasan pungutan liar (saber pungli) Menkopolhukam bersama tim saber pungli Kabupaten Siak pada Rabu (25/7/2018) sekitar pukul 14.45 WIB.

Baca juga: Oknum Tata Usaha SD di Jayapura Terjaring OTT Tim Saber Pungli

Dari penangkapan tersebut, kata David, petugas menyita barang bukti berupa uang tunai pecahan Rp 50.000 sebesar Rp 1,9 juta, satu buah tas selempang, rekaman CCTV, catatan-catatan pengurusan sertifikat tanah, dan 4 arsip warkah.

Setelah terbukti, kedua pelaku diserahkan ke penegak hukum (Gakkum) saber pungli Polres Siak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Untuk modus tersangka, meminta uang tambahan Rp 1 juta kepada pemohon pembuatan sertifikat. Kalau diberi uang tambahan, sertifikat akan cepat selesai. Kalau tidak bakalan lama," ungkap David.

Baca juga: Sandi Kaget, Sanksi buat Oknum Kelurahan Pelaku Pungli Sangat Ringan

Dia mengatakan, aksi pungli yang dilakukan kedua pelaku berlangsung sejak Desember 2017 hingga 2018.

"Terungkapnya kasus ini setelah masyarakat (yang jadi korban) melapor langsung ke saber pungli Menkopolhukam," tandas David.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X