Kemensos Santuni Keluarga Korban Meninggal Akibat Kelaparan di Pulau Seram

Kompas.com - 27/07/2018, 22:41 WIB
Warga suku terasing di pedalaman Pulau Seram, Maluku yang mengalami bencana kelaparan didata oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (24/7/2018). Dok. BPBD Maluku TengahWarga suku terasing di pedalaman Pulau Seram, Maluku yang mengalami bencana kelaparan didata oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (24/7/2018).

AMBON, KOMPAS.com - Selain memberikan bantuan bahan makanan dan kebutuhan lainnya kepada suku Mausu Ane yang mengalami krisis pangan, Kementerian Sosial (Kemensos) juga akan memberikan santunan kepada para ahli waris empat korban meninggal dunia di pedalaman Pulau Seram, Maluku Tengah.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Sartono Pining mengatakan, tim dari Kemensos telah mendatangi warga suku Mausu Ane di pedalaman Pulau Seram untuk membantu dan melihat langsung kondisi para korban.

“Kita sudah mendapatkan informasi bahwa akan ada langkah-langkah yang akan dilakukan oleh kemnsos terhadap para ahli waris korban meninggal dunia itu. Kemungkinan besar langkah konkretnya itu berupa pemberian santunan kepada para ahli waris korban,” ungkapnya kepada waratwan di kantor Dinas Sosial Provinsi Maluku, Jumat (27/7/2018) sore.

Sartono menjelaskan, santunan yang akan diberikan kepada para ahli waris korban meninggal dunia itu berupa uang tunai masing-masing sebesar Rp 15 juta.

Santunan yang diberikan itu uang tunai. Jadi setiap keluarga itu akan mendapatkan Rp 15 juta,” ujarnya.

Baca juga: Bantuan untuk Warga Kelaparan di Pulau Seram Mulai Berdatangan

Disinggung soal pola hidup warga suku Mausu Ane yang masih nomaden dan tertutup dengan dunia luar sehingga pemberian santunan uang tunai tidak akan relevan, Sartono mengatakan bahwa warga Suku Mausu Ane telah mengenal uang sebagai alat transaksi yang sah.

“Uang itu kan alat transaksi yang sah, dan mereka pasti sudah mengenal uang,” ujarnya.

Sartono menambahkan, Dinas Sosial Provinsi Maluku sendiri telah mendatangi lokasi penampungan warga Suku Mausu Ane di petuanan Desa Maeno di Kecamatan Seram Utara Kobi untuk menyalurkan bantuan bahan makanan dan kebutuhan lain.

“Kita juga sudah salurkan bantuan berupa 1 ton beras, 100 lembar matras, 180 lembar selimut makanan kaleng, alat masak dan makan, selimut wool, matras dan kids ware 45 paket,” terangnya.

Baca juga: Warga Suku Mausu Ane yang Meninggal akibat Kelaparan Bertambah

Sementara untuk upaya relokasi warga, Sartono mengatakan hal itu tergantung pada kemauan warga suku Mausu Ane sendiri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Regional
Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Regional
Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Regional
Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Regional
Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Regional
Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Regional
Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Regional
Video Viral Nenek 80 Tahun Hidup Sendirian Tidak Terurus, Undang Simpati Warga

Video Viral Nenek 80 Tahun Hidup Sendirian Tidak Terurus, Undang Simpati Warga

Regional
Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Ba'a NTT Dimakamkan

Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Ba'a NTT Dimakamkan

Regional
Kesaksian Warga yang Lihat Kakek Tarmin Diserang Puluhan Tawon hingga Tewas

Kesaksian Warga yang Lihat Kakek Tarmin Diserang Puluhan Tawon hingga Tewas

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2021

Regional
Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Regional
Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Regional
Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Regional
Warga Sumedang yang Hilang Terseret Arus Sungai Cimanuk Ditemukan Tewas

Warga Sumedang yang Hilang Terseret Arus Sungai Cimanuk Ditemukan Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X