Bupati Bantah Relokasi Warga Mausu Ane untuk Kuasai Lahan Hutan

Kompas.com - 27/07/2018, 11:43 WIB
Tim dari Polda Maluku saat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga suku Mausu Ane di pedalaman Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (26/7/2018). Dok Humas Polda Maluku Tim dari Polda Maluku saat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga suku Mausu Ane di pedalaman Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (26/7/2018).

AMBON, KOMPAS.com - Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua membantah upaya merelokasi ratusan warga suku Mausu Ane dari pedalaman Pulau Seram dilakukan untuk memuluskan langkah sejumlah perusahan yang ingin mengelola dan menguasai hutan di pulau tersebut.

“Tidak ada itu, dan saya kira hak adat masyarakat harus kita lindungi,” tegas Abua saat dimintai tanggapannya oleh Kompas.com, Jumat (27/7/2018).

Upaya merelokasi warga suku Mausu Ane dari pedalaman Pulau Seram tepatnya di kawasan pegunungan Morkelle oleh pemerintah kabupaten Maluku Tengah sempat ditentang berbagai pihak termasuk dari Komnas HAM perwakilan Maluku, lembaga keagamaan dan lembaga kemanusiaan lainnya.

Komnas HAM bahkan menilai Pemkab Maluku Tengah telah gagal dalam melindungi hak azasi masyarakat adat Mausu Ane selama ini.

Baca juga: Pemerintah Berencana Relokasi Ratusan Warga Suku Terasing Mausu Ane

 

Sementara sejumlah pihak menilai bahwa upaya relokasi warga suku Mausu Ane tidak tepat karena hutan selama ini telah menjadi rumah dan sumber kehidupan bagi mereka.

Menurut Abua kekhawatiran tersebut ada benarnya namun, hak dasar warga suku Mausu Ane perlu dilindungi dan untuk itu maka perlu diberikan pelayanan dan fasilitas dasar bagi mereka seperti pasilitas kesehatan, sekolah, listrik, perumahan, air bersih dan sebagainya.

“Indonesia sudah merdeka puluhan tahun dan warga Mausu Ane juga harus merasakan kemerdekaaan itu. Relokasi bukan berarti kita menghilangkan hak dan tradisi mereka, karena mereka bisa dan kapan saja mengunjungi kampung-kampung mereka di pegunungan,” bebernya.

Abua mengakui, kekhawatiran bahwa perusahan akan masuk dan mengelola hutan dan tanah-tanah adat warga suku Mausu Ane sebelumnya juga telah diutarakan oleh Raja Maeno Nicolas Boiratan kepadanya.

Baca juga: Bantu Suku Terasing Mausu Ane, TNI Jalan Kaki Bawa Logistik 8 Jam

“Pemerintah tidak bisa seenaknya saja mengizinkan pengelolaan hutan kepada perusahan, apalagi jika itu hutan koservasi yang harus dilindungi, tentu butuh izin dari Kementerian Kehutanan. Pemerintah tidak bisa mengizinkan perusahan membongkar hutan seenaknya saja,”ungkapnya.

Abua menambahkan, hutan adat di wilayah Maluku Tengah harus tetap dilindungi karena itu dia menegaskan bahwa tanah-tanah adat milik masyarakat suku Mausu Ane akan tetap dilindungi dan dijamin keberlangsungannya.

“Kita menjamin itu dan saya rasa semua daerah juga begitu, yang namanya hak-hak masyarakat adat harus dapat dilindungi,” katanya. 

Sebelumnya diberitakan, ratusan warga suku terasing Mausu Ane terserang kelaparan. Bencana kelaparan yang menyerang ratusan warga suku Mausu Ane ini telah terjadi sejak dua pekan terakhir setelah hasil perkebunan warga diserang hama.

Akibat kejadian itu tiga orang warga dilaporkan meninggal dunia. Warga suku Mausu Ane diketahui belum bisa berbahasa Indonesia maupun bahasa Ambon, mereka hidup secara nomaden dan hanya bisa ditemui melalui perantaraan Raja Maeno. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Regional
Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Regional
Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Regional
Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Regional
Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Regional
Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Regional
Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Regional
Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Regional
Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Regional
Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Regional
Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Regional
Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Regional
Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Regional
60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X