Kompas.com - 25/07/2018, 16:30 WIB
Bupati Semarang, Mundjirin (batik cokelat) didampingi Kakankemenag Kabupaten Semarang Muhdi (dua dari kiri) usai meresmikan Gedung Pelayanan Pendaftaran Haji Satu Atap (PHSA) Kabupaten Semarang, Selasa (3/7/2018). KOMPAS.com/SYAHRUL MUNIRBupati Semarang, Mundjirin (batik cokelat) didampingi Kakankemenag Kabupaten Semarang Muhdi (dua dari kiri) usai meresmikan Gedung Pelayanan Pendaftaran Haji Satu Atap (PHSA) Kabupaten Semarang, Selasa (3/7/2018).

UNGARAN, KOMPAS.com - Bupati Semarang Mundjirin mengimbau para jemaah haji untuk berpikir dua kali sebelum mengonsumsi air kencing unta selama berada di Tanah Suci.

Mundjirin meminta para jemaah haji bisa menjaga kesehatannya, termasuk membekali diri dengan pengetahuan yang cukup sehingga tidak terjebak pada mitos yang selama ini berkembang, termasuk soal minum air kencing unta.

"Kalau untanya sih tidak masalah, dari dulu ya begitu. Tapi orang kan harus hati-hati kalau melihat unta. Karena ada (yang yakin) minum air seni unta. Coba dipikir-pikir dulu, apa bisa untuk menyembuhkan penyakit," kata Mundjirin saat melepas 654 jemaah calon haji asal Kabupaten Semarang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/7/2018) siang.

Baca juga: Cerita di Balik Jenazah yang Dibawa Pakai Motor, Dia Meninggal di Tengah Perjalanan

Polemik air kencing unta ini sempat ramai di media sosial saat seorang penceramah terkenal mengunggah video tengah minum air kencing unta beberapa waktu lalu.

Ustaz tersebut mengatakan, air kencing onta yang banyak dijual di Arab Saudi mempunyai banyak khasiat menyembuhkan berbagai penyakit.

Kembali kepada keterangan Mundjirin, dia juga berpesan agar para jemaah haji menjaga kesehatannya selama beribadah di Tanah Suci. Caranya dengan memperbanyak minum air putih dan makan makanan yang bergizi.

"Mudah-mudahan bisa selamat mulai dari awal sampai Tanah Suci. Mudah-mudahan kembali ke Tanah Air dengan baik. Kami berpesan agar banyak minum dan makan makanan yang bergizi," ujarnya.

Baca juga: Kisah di Balik Sneakers Jokowi, Sepatu Dikirim ke Istana dengan Menumpang Bus (1)

Terkait kondisi cuaca di Tanah Suci, Mundjirin yang juga seorang dokter ini meminta agar para jamaah haji mematuhi imbauan dan instruksi para petugas haji maupun para pendamping, khususnya yang berhubungan dengan kesehatan para jemaah.

Dia mengungkapkan, rata-rata para jemaah haji asal Kabupaten Semarang ini berumur 60 tahun. Bahkan ada yang berusia di atas 80 tahun sehingga pemerintah sangat memerhatikan soal kesehatan ini.

"Melalui APBD, kita pada musim haji tahun ini memberangkatkan 5 petugas kesehatan yang terdiri dari dokter dan perawat," ungkapnya.

Baca juga: Cerita Ucok, Bocah Pemulung yang Bercita-cita Ingin Jadi seperti CR7 (2)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X