Hari Ini, Pilkada Susulan di Kabupaten Paniai Digelar

Kompas.com - 25/07/2018, 08:08 WIB
Komisioner KPU Papua saat menyerahkan simbolis logistik ke setiap PPD. HandoutKomisioner KPU Papua saat menyerahkan simbolis logistik ke setiap PPD.

TIMIKA, KOMPAS.com - Hari ini, Rabu (25/7/2018), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua yang mengambil alih tugas KPU Paniai menggelar pilkada susulan, setelah sempat tertunda 27 Juni lalu.

Pilkada Paniai diikuti dua pasangan calon, yaitu pasangan petahana Hengky Kayame-Yeheskiel Teneuyo dan pasangan independen Meki Nawipa-Oktopianus Gobay.

Sedangkan jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 100.843 jiwa, yang terdiri dari 106.168 pemilih laki-laki dan 69.829 jiwa pemilih perempuan.

Sementara untuk jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 267 yang tersebar di 216 kampung dari 23 distrik.

Baca juga: Survei I2: Tiga Cawapres Pendamping Jokowi Pilihan Netizen

Komisioner KPU Papua, Tarwinto memastikan pelaksanaan pilkada susulan di Kabupaten Paniai berlangsung lancar.

Sebab, seluruh logistik pilkada yang didistribusikan sejak Selasa (24/7/2018) pagi sudah tiba di semua distrik. Namun untuk 3 distrik, logistik baru sampai hari ini melalui jalur udara.

"Kami pastikan tiga distrik ini sudah bisa distribusikan pagi ini. Kemarin (selasa) belum bisa didistribusikan karena cuaca buruk," kata Tarwinto saat dihubungi Kompas.com melalui telepon selulernya, Rabu (25/7/2018).

Tarwinto membantah isu kekurangan logistik dan logistik palsu yang sengaja disebarkan pihak-pihak tidak bertanggungjawab.

"Logistik Pilkada Paniai semuanya lengkap dan tidak ada yang palsu," ujarnya.

Baca juga: Infografik: Peta Kemenangan Pilkada Sulawesi Selatan 2018

Kabupaten Paniai merupakan kabupaten terakhir yang mengikuti Pilkada Serentak 2018.

Untuk itu, Tarwinto berharap, pilkada ini dapat berjalan dengan aman dan damai tanpa intervensi dari siapapun.

"Biarkan rakyat Paniai memilih pimpinannya. Kami mohon doa seluruh rakyat Indonesia khususnya di Papua agar pilkada ini berlangsung lancar, karena kabupaten ini terakhir yang melaksanakan pilkada serentak dari 172 daerah," imbuhnya.

Sebelumnya, Pilkada Paniai ditunda karena adanya perbedaan pandangan antara KPU dan Panwaslu setempat soal jumlah pasangan calon.

KPU kabupaten memutuskan satu pasangan calon, sementara Panwaslu menginginkan adanya dua calon termasuk petahana.

Hal ini membuat Pilkada Paniai tidak dapat dilakukan 27 Juni lalu, sehingga KPU Provinsi Papua harus mengambil alih tugas KPU setempat.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemulangan Pengungsi Merapi di Sleman Ditentukan Setelah 25 Januari

Pemulangan Pengungsi Merapi di Sleman Ditentukan Setelah 25 Januari

Regional
Hasil Investigasi soal Kebocoran 125.000 Data Mahasiswa Undip

Hasil Investigasi soal Kebocoran 125.000 Data Mahasiswa Undip

Regional
Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang

Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang

Regional
Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Regional
145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

Regional
Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Regional
Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Regional
179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

Regional
7 Fakta Kasus Kristen Gray dan Cuitan Soal Bali, Diperiksa 8 Jam, Dideportasi Bersama Pasangan Wanitanya

7 Fakta Kasus Kristen Gray dan Cuitan Soal Bali, Diperiksa 8 Jam, Dideportasi Bersama Pasangan Wanitanya

Regional
Dideportasi dari Indonesia, Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah...

Dideportasi dari Indonesia, Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah...

Regional
Sembuh dari Corona, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tanah Rp 3 Triliun di Labuan Bajo Ditahan Jaksa

Sembuh dari Corona, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tanah Rp 3 Triliun di Labuan Bajo Ditahan Jaksa

Regional
Duduk Perkara Kasus Kristen Gray hingga Akhirnya Dideportasi bersama Pasangan Wanitanya

Duduk Perkara Kasus Kristen Gray hingga Akhirnya Dideportasi bersama Pasangan Wanitanya

Regional
Heboh Kasus Kristen Gray, Warga AS di Bali yang Dideportasi karena Cuitan di Twitter

Heboh Kasus Kristen Gray, Warga AS di Bali yang Dideportasi karena Cuitan di Twitter

Regional
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Gunungkidul, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Gunungkidul, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X