Kompas.com - 24/07/2018, 22:36 WIB

SUKABUMI, KOMPAS.com - Belasan warga diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi tutut di Kampung Kebonkawung, Desa Citamiang, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Satu warga di antaranya, Tamrin (17) meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Betha Medika, Cisaat, Selasa (24/7/2018) sekitar pukul 16.00 WIB.

"Warga yang diduga mengalami keracunan ada 17 orang, satu orang meninggal dunia," kata Kader Posyandu, Enen kepada wartawan saat ditemui di Kampung Kebonkawung, Selasa malam.

Dia menuturkan, warga yang diduga mengalami keracunan itu mengonsumsi makanan penganan tutut sejak Minggu (21/7/2018). Makanan tersebut dibeli dari seorang pedagang keliling yang biasa berjualan di perkampungan.

"Awalnya mengalami gejala-gejala pusing, muntah, hingga buang air besar terus-terusan," ujar dia.

"Warga yang mengalami keracunan dibawa ke rumah sakit, dan ada juga yang langsung dipulangkan," sambungnya.

Baca juga: Jumlah Korban yang Diduga Keracunan Tutut di Bogor Bertambah 108 Orang

Ia membenarkan ada satu warganya meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit sejak Senin siang.

Korban meninggal dunia pada Selasa petang.

"Sekarang jenazah sedang disemayamkan dirumah duka," katanya.

Salah seorang korban, Nadin (34) mengakui mengonsumsi makanan tutut pada Minggu siang bersama istri dan anaknya. Namun pada Minggu malam mulai merasakan gejala-gejala seperti pusing, mual hingga buang air besar.

"Saya sempat dibawa ke rumah sakit, dan sekarang mulai pulih. Anak saya masih lemah," aku Nadin saat ditemui di rumahnya.

Dia mengatakan, membeli makanan tutut sebanyak 6 bungkus seharga Rp10.000 dari seorang pedagang keliling.

Baca juga: Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Dugaan Keracunan Tutut di Bogor

Saat ini kasus dugaan keracunan makanan penganan tutut sedang dalam proses penyelidikan Polsek Kadudampit dan Polres Sukabumi Kota. Sejumlah anggota kepolisian di bawah pimpinan Kepala Polsek Kadudampit, Iptu Sarmiatiningsih berada di rumah duka.

Kompas TV Polisi masih mendalami dugaan keterlibatan orang lain yang berperan membantu meracik miras oplosan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Telur Busuk

Telur Busuk

Regional
Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Regional
Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Regional
Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Regional
Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Regional
NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

Regional
Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Regional
Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Regional
Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Regional
Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Regional
Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Regional
Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Regional
Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Regional
'T-Rex' yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

"T-Rex" yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

Regional
Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.