Lima Tahun Lalu, Bandara Polonia Medan Berhenti Beroperasi

Kompas.com - 24/07/2018, 18:45 WIB
Bandara Polonia yang berdekatan dengan permukiman di Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (28/4/2012). Bandara Polonia yang resmi dibuka tahun 1928 dan saat ini kondisinya tidak mendukung sebagai bandara internasional. Bandara digantikan Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang. KOMPAS / IWAN SETIYAWANBandara Polonia yang berdekatan dengan permukiman di Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (28/4/2012). Bandara Polonia yang resmi dibuka tahun 1928 dan saat ini kondisinya tidak mendukung sebagai bandara internasional. Bandara digantikan Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang.

MEDAN, KOMPAS.com - Hari ini lima tahun yang lalu, 24 Juli 2013 Bandara Internasional Polonia medan berhenti beroperasi.

Sebagai pengganti, pemerintah mengoperasikan Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang.

Pesawat Air Asia QZ 7803 menjadi pesawat terakhir yang mendarat di Bandara Polonia sebelum seluruh aktvitas bandara Polonia berhenti pada pukul 00.00 WIB.

Keesokan harinya, 25 Juli 2013 Bandar Udara Kualanamu diresmikan.

Baca juga: Hercules Milik TNI Jatuh di Pemukiman Warga Dekat Eks Bandara Polonia

Kawasan yang digunakan untuk bandar udara Polonia sebelumnya adalah perkebunan milik seorang warga Polandia, Michalski.

Pada 1872, Michalski mendapat kepercayaan untuk membuka perkebunan tembakau di Medan yang diberi nama Polonia.

Lima tahun sesudahnya, tanah perkebunan ini berpindah tangan ke perusahaan perkebunan Deli Maatschappij.

Deli Maatschappij kemudian menyediakan lahan untuk landasan udara saat tersiar kabar pionir penerbangan Belanda, Van der Hoop akan menerbangkan pesawat Fokker-nya ke Hindia Belanda.

Dan, Van der Hoop mendaratkan pesawat Fokker ke landasan udara Polonia pada 1924.

Akhirnya, pada 1928 lapangan terbang Polonia mulai didarati pesawat milik maskapai penerbangan Hindia Belanda, Koninklijke Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij (KNILM).

Pada 1940, Jepang membombardir bandar udara ini kareba digunakan AU Belanda. Setelah pengeboman tersebut bandara itu untuk sementara tak difungsikan.

Baru pada 1946, Jepang memperbaiki dan membangunnya kembali dengan sejumlah perubahan.

Landasan pacu dilapisi beton, dipasangi besi, dan diperpanjang dari 800 meter menjadi 1.200 meter.

Baca juga: Ratusan Penumpang Masih Mendatangi Bandara Polonia

Pada 1950, Lapangan Udara Polonia berada di bawah pengelolaan KLM dan Garuda, Dinas Pekerjaan Umum Bagian Lapangan Terbang, dan Dinas Teknik Umum Angkatan Udara Republik Indonesia.

Saat itu, landasan pacu Polonia diperpanjang lagi menjadi 1.800 meter dan lebar 45 meter.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Dokter dan Tim Medis Rawat PDP Corona: Sepekan Gunakan Jas Hujan Sebagai APD

Kisah Dokter dan Tim Medis Rawat PDP Corona: Sepekan Gunakan Jas Hujan Sebagai APD

Regional
Pria Tikam Teman Sendiri karena Cemburu Istri Curhat ke Korban Saat Malam Hari

Pria Tikam Teman Sendiri karena Cemburu Istri Curhat ke Korban Saat Malam Hari

Regional
Diduga Lecehkan Ibu Mertua, Oknum Polisi di Gresik Dilaporkan ke Polisi

Diduga Lecehkan Ibu Mertua, Oknum Polisi di Gresik Dilaporkan ke Polisi

Regional
Hasil Tracing Pelatihan Petugas Haji 9 Hari di Surabaya: 4 Peserta Positif Covid-19, 14 PDP

Hasil Tracing Pelatihan Petugas Haji 9 Hari di Surabaya: 4 Peserta Positif Covid-19, 14 PDP

Regional
Aniaya Warga yang Mabuk Saat Pesta Pernikahan, Empat ASN dan 1 Satpam Diamankan

Aniaya Warga yang Mabuk Saat Pesta Pernikahan, Empat ASN dan 1 Satpam Diamankan

Regional
Hadapi Covid-19, Pemkab Aceh Tengah Pangkas 30 Persen Biaya SPPD

Hadapi Covid-19, Pemkab Aceh Tengah Pangkas 30 Persen Biaya SPPD

Regional
Palangka Raya Kekurangan APD, 2.000 Unit Bantuan Kemenkes hanya Untuk 20 Hari

Palangka Raya Kekurangan APD, 2.000 Unit Bantuan Kemenkes hanya Untuk 20 Hari

Regional
UPDATE Corona di Jatim 28 Maret: 77 Positif, PDP 309, ODP 4.568 Orang

UPDATE Corona di Jatim 28 Maret: 77 Positif, PDP 309, ODP 4.568 Orang

Regional
Mudik Gratis dihapuskan, 1.068 Bus Batal Angkut Pemudik dari Jakarta ke Jateng

Mudik Gratis dihapuskan, 1.068 Bus Batal Angkut Pemudik dari Jakarta ke Jateng

Regional
Wali Kota Kediri Umumkan 1 Kasus Positif Covid-19 Pertama

Wali Kota Kediri Umumkan 1 Kasus Positif Covid-19 Pertama

Regional
Tabrakan Maut Truk Kayu Vs Motor di Timika, Pengendara Motor dan 2 Penumpangnya Tewas

Tabrakan Maut Truk Kayu Vs Motor di Timika, Pengendara Motor dan 2 Penumpangnya Tewas

Regional
Jabar Perpanjang Sekolah di Rumah bagi Pelajar hingga 13 April

Jabar Perpanjang Sekolah di Rumah bagi Pelajar hingga 13 April

Regional
Dalam Sehari Dua Minibus Tertabrak KA di Kecamatan Toroh Grobogan, Dua Tewas

Dalam Sehari Dua Minibus Tertabrak KA di Kecamatan Toroh Grobogan, Dua Tewas

Regional
UPDATE Corona di Sulsel 28 Maret: 33 Positif Covid-19, Terbanyak di Makassar

UPDATE Corona di Sulsel 28 Maret: 33 Positif Covid-19, Terbanyak di Makassar

Regional
Pemudik Tetap Nekat Pulang Kampung, Jumlah ODP di Sukabumi Tiba-tiba Melonjak

Pemudik Tetap Nekat Pulang Kampung, Jumlah ODP di Sukabumi Tiba-tiba Melonjak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X