Kompas.com - 24/07/2018, 17:47 WIB
Petugas tengah memeriksa barang-barang mewah yang ditemukan dari 120 kamar tahanan di Rumah Tahanan Kelas I Bandung Kebonwaru. KOMPAS.com/AGIE PERMADIPetugas tengah memeriksa barang-barang mewah yang ditemukan dari 120 kamar tahanan di Rumah Tahanan Kelas I Bandung Kebonwaru.

BANDUNG, KOMPAS.com - Petugas Rumah Tahanan Kebonwaru menemukan sejumlah barang-barang "mewah" di kamar tahanan rutan tersebut. Ada pun barang tersebut terdiri dari 53 televisi, 63 dispenser, 22 rice cooker, 13 speaker, 28 kompor portable, 8 kipas angin, dan 15 akuarium. 

Lalu apa alasan warga binaan ini membawa barang-barang tersebut di kamar tahanannya masing-masing? Salah satu napi Agustinus menjelaskan bahwa dengan adanya barang-barang "mewah" ini, khususnya televisi, dapat mengurangi tingkat stres pada napi itu sendiri.

"Keberadaan TV dan dispenser ini menurunkan tingkat stres kita, selain kita tak ketinggalan informasi di luar, kita bisa ada hiburan dan pengetahuan, dan semoga bisa menjadi satu masukan. Kurang makan saja, stres kita meningkat, begitupun dengan kurang minum, ya demikian," katanya.

Ia berharap Menkum HAM dapat mengizinkan para napi mendapatkan televisi di kamar tahanannya.

"Saya kira apa yang kita keluarkan ini merupakan satu standar lembaga ini untuk memanusiakan atau pada saat kita kembali ke masyarakat tidak dalam keadaan bodoh atau kurang informasi dan lainnya, saya kira ini bisa jadi masukan buat Menkum HAM," ucapnya.

Baca juga: Petugas Temukan TV hingga Kompor di 120 Kamar Tahanan Rutan Kebonwaru Bandung

Pihaknya mengaku saat ini hanya membutuhkan televisi dan dispenser.

"Ponsel tidak ada, kebetulan di dalam ada wartel. Sementara ini kita merasa cukup itu saja," tuturnya seraya menambahkan bahwa dalam satu kamar besar rata-rata dihuni oleh 10 napi. 

Sementara itu, Kepala Rumah Tahanan Kelas I Bandung Kebonwaru, Budiman mengatakan bahwa ratusan barang elektronik ini didapatkan dari 120 kamar tahanan. 

"Ini dapat dari razia di 120 kamar, kita ambil semua. Sekarang di kamar standar hanya ada lampu, kasur dan lemari kecil untuk pakaian," katanya.

Menurut Budiman, barang-barang elektronik ini bukan milik rutan melainkan milik warga binaan yang didapatkan secara swadaya atau patungan. Padahal berdasarkan peraturan barang-barang tersebut tidak boleh masuk ruang tahanan.

"Permenkumham Nomor 13 itu memang ada larangan di kamar per orang tapi dibolehkan ada TV di lobi atau tempat publik khusus tempat mereka berkumpul," jelasnya. 

Nantinya, hasil barang tersebut akan dilaporkan kepada kantor wilayah Kemkum HAM untuk mendapatkan petunjuk kebijakan tindakan selanjutnya terhadap barang-barang elektronik ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X