Ganjar-Yasin Ditetapkan Pemenang Pilkada Jateng, Sudirman-Ida Pilih Absen - Kompas.com

Ganjar-Yasin Ditetapkan Pemenang Pilkada Jateng, Sudirman-Ida Pilih Absen

Kompas.com - 24/07/2018, 12:21 WIB
Ganjar Pranowo dan Taj Yasin memang surat keputusan dari KPU Jawa Tengah seusai sidang pleno penetapan pasangan calon terpilih, Selasa (24/7/2018).KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Ganjar Pranowo dan Taj Yasin memang surat keputusan dari KPU Jawa Tengah seusai sidang pleno penetapan pasangan calon terpilih, Selasa (24/7/2018).

SEMARANG, KOMPAS.com - Sidang pleno penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah terpilih digelar Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Jawa Tengah, Selasa (24/7/2018) siang.

Pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin hadir dalam sidang pleno tersebut, sementara pasangan nomor urut 2 Sudirman Said-Ida Fauziyah tidak hadir atau absen.

"Penetapan pemenang dilakukan karena tidak ada gugatan, kemarin sore baru dikasih surat pemberitahuannya," ujar Ketua KPU Jateng Joko Purnomo, seusai sidang pleno, siang ini.

Pleno penetapan pasangan calon berlangsung secara cepat. Tidak ada sanggahan ataupun keberatan yang disampaikan, baik pasangan calon nomor urut 1 ataupun nomor urut 2.

Baca juga: Pelaku Perusakan Stadion Jakabaring Menangis di Kantor Polisi

Sidang pleno berlangsung sekitar 30 menit. Dikatakan Joko, pleno penetapan pemenang pasangan calon merupakan akhir dari tahapan Pilkada. Setelah ini, hasil diserahkan ke pihak-pihak terkait, baik DPRD Jawa Tengah hingga Kementerian Dalam Negeri.

"Rangkaian tahapan KPU untuk Pilkada selesai. Hasil akan dikirim ke Jakarta," tambahnya.

Di gelaran pilkada, pasangan Ganjar-Yasin yang diusung PDIP, PKB, Nasdem dan Demokrat unggul dengan perolehan suara 10.362.694 atau 58,8persen.

Sementara pasangan Sudirman-Ida yang diusung Gerindra, PKB, PAN dan PKS meraup dukungan 7.267.993 atau 41.12 persen.

Baca juga: Viral, Video Konvoi Moge hingga Buat Seorang Perempuan Terperosok

Selain itu, KPU juga mencatat angka partisipasi pemilih yang cukup tinggi di Pilkada 27 Juni 2018 lalu. Partisipasi pemilih mencapai 73,5 persen dari target 77 persen.

Angka partisipasi tersebut naik signifikan dibanding gelaran Pilkada 2013 yang mencapai 56,15 persen.

"Suara total yang gunakan hak pilihnya itu ada sekitar 19 juta pengguna. Kami juga hitung sejak tahun 2004, ada menang sekitar 7-8 juta pemilih yang memang tidak menggunakan hak pilih," pungkasnya. 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X