Dedi Mulyadi: Golkar Tak Khawatir Banyak Artis di Pileg

Kompas.com - 23/07/2018, 21:10 WIB
Calon Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi saat ditemui di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (2/7/2018).  KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOCalon Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi saat ditemui di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (2/7/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku tak khawatir banyaknya calon legislatif dari kalangan selebritis di Pemilihan Legislatif saat ini.

Soalnya, kader Partai Golkar sudah memiliki kemampuan penguasaan teritorial yang baik. Dengan demikian, popularitas artis dalam arena Pileg 2019 bukan sesuatu yang mengkhawatirkan bagi partainya.

“Sama sekali tidak khawatir karena fokus pileg bukan popularitas. Saya melihat fokusnya lebih ke penguasaan teritorial. Kader Golkar tidak perlu diragukan kalau soal itu. Elektabilitas caleg Golkar itu berdasarkan wilayah binaan di daerah pemilihannya,” kata Dedi di Kabupaten Bandung Barat, Senin (23/7/2018).

Atas analisa strategis itu, pria beriket khas Sunda itu yakin partainya akan mendulang banyak kursi. Target untuk DPRD Jawa Barat sudah ditetapkan sebanyak 27 kursi. Sementara sesuai arahan DPP Golkar, target kursi DPR RI ditetapkan sebanyak 110 kursi.

“Seiring dengan sistem saint lague murni, saya yakin kader Golkar akan menang banyak. Kuncinya tetap penguasaan daerah pemilihan,” katanya.

Baca juga: Caleg Artis Meningkat Akibat Kompetisi Pemilu Semakin Sengit

Golkar Jawa Barat sendiri tidak memajukan caleg artis. Kualitas kader internal menurut Dedi lebih mumpuni dibandingkan dengan artis populer sekalipun.

“Kami di Golkar Jabar percaya kepada kader kami sendiri. Karena itu, kami tidak memunculkan figur populer. Penghargaan kepada kader internal kami junjung tinggi karena mereka ikut berproses bersama kami sejak awal,” ucapnya.

Sebagai politisi dengan jam terbang tinggi, Dedi Mulyadi mengingatkan hakikat berpolitik. Menurut dia, politik tidak boleh disalahgunakan untuk sekadar menjaga eksistensi. Tujuan mulia politik adalah menebarkan spirit kemanusiaan untuk sesama.

“Artis maju di bidang politik itu hak warga negara ya. Saya sangat menghargai ketertarikan mereka untuk berkarya di bidang ini. Tetapi, saya mengingatkan semua pihak agar tidak menjadikan politik sebagai alat menjaga eksistensi. Tujuan politik itu mulia, kita mengamalkan nilai kemanusiaan di sini,” tuturnya.

Baca juga: 4 Hal Ini Bikin PKS Enggan Dapuk Artis Jadi Caleg

Orientasi tersebut harus dituju dengan menetapkan tingkat konsistensi yang baik. Hal ini akan terlihat saat seseorang berhasil duduk di kursi parlemen atau tidak.

“Ini butuh konsistensi. Nah, publik nanti bisa menilai, sayangnya memang sering terlanjur basah. Karena konsistensi ini hanya dapat dilihat saat seseorang punya jabatan atau tidak. Apakah nilai itu tergerak dari dalam diri ataukah hanya ada dalam momen politik,” pungkasnya.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Didatangai Ketua DPRD, Siswi di Magetan yang Tinggal di Bekas Kandang Ayam Menangis Ingin Tetap Sekolah

Didatangai Ketua DPRD, Siswi di Magetan yang Tinggal di Bekas Kandang Ayam Menangis Ingin Tetap Sekolah

Regional
Ketua Komisi X: Para Siswa Sudah Rindu Suasana Sekolah

Ketua Komisi X: Para Siswa Sudah Rindu Suasana Sekolah

Regional
Polisi Sebut Warga yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK Diduga Masih Ada Hubungan Keluarga

Polisi Sebut Warga yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK Diduga Masih Ada Hubungan Keluarga

Regional
49 Tenaga Medis RSUD Wonogiri Sembuh, 30 Orang Menunggu Hasil Swab

49 Tenaga Medis RSUD Wonogiri Sembuh, 30 Orang Menunggu Hasil Swab

Regional
Kontroversi Jerinx SID di Media Sosial hingga Berujung Laporan Polisi

Kontroversi Jerinx SID di Media Sosial hingga Berujung Laporan Polisi

Regional
3 Hari Pelarian Warga Jombang Positif Covid-19 di Pontianak, Menggelandang ke Hutan karena Ditolak Teman

3 Hari Pelarian Warga Jombang Positif Covid-19 di Pontianak, Menggelandang ke Hutan karena Ditolak Teman

Regional
Polisi Amankan 2 Orang yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK, Petugas Dipukuli dan Mobil Digulingkan

Polisi Amankan 2 Orang yang Gagalkan Penangkapan Buronan Narkoba oleh BNNK, Petugas Dipukuli dan Mobil Digulingkan

Regional
Jalan Kaki Mengelilingi Batas Desa, Tradisi Unik Masyarakat Indramayu

Jalan Kaki Mengelilingi Batas Desa, Tradisi Unik Masyarakat Indramayu

Regional
927 Orang Langgar Protokol Kesehatan di Fasilitas Publik Pemprov Jabar

927 Orang Langgar Protokol Kesehatan di Fasilitas Publik Pemprov Jabar

Regional
Wakil Ketua Komisi IV: Pemerintah Sebaiknya Ikuti Rekomendasi PBNU Hentikan Ekspor Benih Lobster

Wakil Ketua Komisi IV: Pemerintah Sebaiknya Ikuti Rekomendasi PBNU Hentikan Ekspor Benih Lobster

Regional
Satu Keluarga Guru SMPN 11 di Kota Madiun Positif Corona

Satu Keluarga Guru SMPN 11 di Kota Madiun Positif Corona

Regional
Tepergok Curi Sepatu, Seorang Pemuda Nyaris Diamuk Warga

Tepergok Curi Sepatu, Seorang Pemuda Nyaris Diamuk Warga

Regional
Saat Mbah Paniyem Terharu di Depan Ganjar: Seneng Sekali Pak, Dulu Gelap, Cuma Pakai Lilin

Saat Mbah Paniyem Terharu di Depan Ganjar: Seneng Sekali Pak, Dulu Gelap, Cuma Pakai Lilin

Regional
'Waktu Saya Kontraksi Bahkan Bayinya Sudah Terlihat, Petugas Tak Menghiraukan, Bilangnya Nanti'

"Waktu Saya Kontraksi Bahkan Bayinya Sudah Terlihat, Petugas Tak Menghiraukan, Bilangnya Nanti"

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Kacung WHO' dan Pengakuan Jerinx | Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh

[POPULER NUSANTARA] "Kacung WHO" dan Pengakuan Jerinx | Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X