Peringati Hari Anak Nasional, Orangtua dan 36 Siswa SD yang Dikeluarkan Kembali Demo

Kompas.com - 23/07/2018, 17:56 WIB
Aksi unjuk rasa yang melibatkan 36 murid SD di depan DPRD Palopo disesalkan LPPA Palopo, Senin (23/7/2018) KOMPAS.com/AMRAN AMIRAksi unjuk rasa yang melibatkan 36 murid SD di depan DPRD Palopo disesalkan LPPA Palopo, Senin (23/7/2018)

PALOPO, KOMPAS.com - Bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2018, orangtua 36 siswa SD yang dikeluarkan, ke-36 siswa SD, serta sejumlah mahasiswa anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Palopo, Sulawesi Selatan

Aksi unjukrasa tersebut untuk menuntut kejelasan nasib 36 siswa SD yang baru masuk kemudian dikeluarkan secara tiba-tiba setelah mengikuti pembelajaran selama dua hari.

Dalam aksi itu, puluhan murid yang dikeluarkan dari sekolah diikutsertakan bersama mahasiswa pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berunjuk rasa di DPRD Palopo.

"Jika DPRD pro rakyat, maka harus menyelesaikan masalah ini. Kasian anak-anak jika tidak mengikuti lagi proses belajar di sekolah, " kata korlap aksi Arifin Zainuddin Laila, Senin (23/7/218).


“Kami mendesak agar pihak Dinas Pendidikan dapat menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah untuk menerima kembali siswa yang sebelumnya dikeluarkan" ujarnya.

Baca juga: Sudah 2 Hari Bersekolah, 36 Siswa SD Tiba-tiba Dikeluarkan

Diterima kembali

Para pengunjuk rasa kemudian diterima DPRD Palopo.  Hasilnya, DPRD Palopo berjanji akan meminta kepada Dinas Pendidikan Kota Palopo untuk kembali menerima sejumlah siswa yang dikeluarkan.

Keputusan kedua yakni mengagendakan pertemuan selanjutnya dengan agenda hasil keputusan bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Palopo dan Pejabat Wali Kota Palopo pada hari Senin (30/7/ 2018) mendatang.

"Sembari menunggu Kepala Dinas Pendidikan, dan Pejabat Wali Kota yang sementara berada di luar daerah, seluruh siswa dapat kembali ke sekolah masing-masing dan tentunya wajib mendapat perlakuan yang sama dengan para siswa lainnnya," ujar Hasriani, wakil ketua DPRD Palopo.

Dalam rapat tersebut, terungkap jumlah siswa SD keseluruhan yang dikeluarkan tiba-tiba dari sekolah sebanyak 141 siswa yang tersebar di 5 sekolah, masing - masing SDN Langkanae sebanyak 21 siswa, SDN Surutanga 12 siswa, SDN Lalebbata 28 siswa, SDN Mattirowalie 48 siswa, dan SDN Lagaligo sebanyak 32 siswa.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X