Kompas.com - 23/07/2018, 17:02 WIB
Kompas TV Harga ayam potong & telur ayam di sejumlah daerah naik

“Ada info para pedagang daging ayam di pasar mogok jualan, karena harganya mahal. Karena mendadak, kami pun susah mencari daging ayam. Padahal untuk jualan sehari-hari. Akhirnya beli yang ada saja, yakni daging merah agar warung tetap buka,” jelasnya.

Senada disampaikan Novi (28), pedagang ayam kremes di PKL Alun-alun Kota Magelang bahwa selama tiga hari terakhir sulit mencari daging ayam. Meski begitu, ia tetap bisa berjualan, karena memiliki stok beberapa kilogram ayam pedaging.

Baca juga: Pasokan Melimpah, Harga Ayam Potong di Pangkal Pinang Stabil

“Saya jual stok hari ini, sekarang stok itu hampir habis. Mungkin besok kalau masih mogok saya tidak jualan," ucap Novi.

Novi mengaku omzet penjualannya turun menjadi kurang dari Rp 1 juta per hari sejak kelangkaan ayam ini. Dia pun berharap harga maupun stok ayam di pasaran kembali normal.

Wajar

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang menilai kenaikan harga ayam pedaging di tingkat peternak dan daging ayam di tingkat pedagang masih terbilang wajar.

Hal ini berdasarkan pasokan dan kebutuhan di masyarakat yang saat ini memang lebih banyak kebutuhan.

“Faktor supply dan demand saja. Untuk Kota Magelang, rasionya masih cukup, di mana stok tersedia. Hanya saja, memang kebutuhannya yang lebih banyak, karena ada momen hajatan,” ujar Kepala Disperpa Kota Magelang Eri Sapto Widyoko di kantornya, Senin (23/7/2018).

Baca juga: Harga Ayam Potong di Bandung Meroket

Menurutnya, ketersediaan ayam pedaging di tingkat pengepul setiap hari bisa mencapai 20-24 ton. Jumlah ini tersebar di tiga pengepul yang ada di wilayah Kota Magelang.

“Jumlah sebanyak ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Magelang dan sekitarnya. Tapi memang saat ini ada kenaikan harga dari tingkat peternak, sehingga dinilai memberatkan para pedagang,” katanya didampingi Kasi Peternakan Disperpa, Sugiyanto.

Disebutkannya, harga dari tingkat peternak Rp 23.000 per kilogram dan Rp 26.000 per kilogram di tingkat pemotong. Ketika sudah sampai di penjual dan dijual ke konsumen dalam bentuk daging sudah mencapai Rp 35.000 per kilogram.

Eri berujar, harga normal dari peternak Rp 18.000 per kilogram dan sampai konsumen kurang dari Rp 30.000 per kilogram.

"Mungkin ini yang dirasa berat oleh pedagang, karena marjin keuntungan sedikit. Sehingga, mereka pun memutuskan untuk tidak berjualan yang menurut informasi sampai besok, Rabu (24/7/2018),” jelasnya.

Baca juga: Mendag Sebut Harga Ayam Turun Jadi Rp 33.000 per Ekor

Eri mengaku akan melakukan pemantauan dan pembinaan kepada para pedagang. Pihaknya pun mengimbau kepada para pedagang untuk tetap berjualan guna memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan 'Lalaki Sajabar'

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan "Lalaki Sajabar"

Regional
Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X