Kompas.com - 22/07/2018, 09:27 WIB
Tim Satgas Pangan Kabupaten Bintan yang teridir dari Unit Ekonomi Satintelkam Polres Bintan, Unit Tipiter Satreskrim Polres Bintan, PPNS Disperindag Bintan langsung melakukan monitoring atau sidak ke sejumlah pasar tradisional hingga ke peternak telur ayam ras, Jumat (21/7/2018). DOK. Tim Satgas Pangan Kabupaten Bintan yang teridir dari Unit Ekonomi Satintelkam Polres Bintan, Unit Tipiter Satreskrim Polres Bintan, PPNS Disperindag Bintan langsung melakukan monitoring atau sidak ke sejumlah pasar tradisional hingga ke peternak telur ayam ras, Jumat (21/7/2018).

BATAM, KOMPAS.com - Tingginya harga jual telur ayam ras di sejumlah daerah di Kepulauan Riau (Kepri), terlebih Kabupaten Bintan membuat Tim Satgas Pangan Kebupaten Bintan kewalahan.

Bahkan untuk menjaga kestabilan harga, Tim Satgas Pangan Kabupaten Bintan yang teridir dari Unit Ekonomi Satintelkam Polres Bintan, Unit Tipiter Satreskrim Polres Bintan, PPNS Disperindag Bintan langsung melakukan monitoring atau sidak kesejumlah pasar tradisional hingga ke peternak telur ayam ras.

Menariknya untuk alasan menjaga stabilitas harga di Bintan, Tim Satgas Pangan Bintan melarang para peternak telur ayam ras di Bintan untuk menjual hasil produksinya ke Pulau Batam.

"Kami melarang telur ayam ras dari peternakan yang ada di Bintan dijual ke Batam, karena stok yang dihasilkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang," kata Setia Kurniawan, PPNS Disperindag Kabupaten Bintan, Sabtu (22/7/2018).

Baca juga: Ibu Rumah Tangga di Batam Mulai Keluhkan Kenaikan Harga Telur Ayam

Menurut Iwan, begitu sapaan akrabnya mengatakan untuk di Bintan saat ini memang ada kenaikan, namun tidak terlalu signifikan, hanya kisaran Rp 100 rupiah ber butirnya dan itu masih wajar.

"Kemarin (Jumat) kami lakukan monitoring dan hasilnya meski mengalami kenaikan namun masih dianggap wajar," jelas Iwan.

Namun begitu tidak menutup kemungkinan harga tersebut bisa saja sewaktu-waktu akan naik seiring dengan kebutuhan dan stok telur ayam ras tersebut.

"Saat ini masih normal, dan kami akan terus melakukan monitorng agar tidak ada kecurangan yang beribas pada kerugian yang dialami masyarakat Bintan," ungkap Iwan.

Dari monitoring yang dilakukan di Pasar Cik Puan Kijang masih dalam keadaan cukup dan tidak ada lonjakan harga yang berarti. Dimana harga jual telur ayam nomor 3 adalah Rp 1.400 per butir, sedangkan telur ayam nomor 2 Rp 1.500 per butir.

Baca juga: Harga Telur Ayam Eceran di Batam Capai Rp 2.000 per Butir

"Begitu juga untuk stok dan harga jual telur ayam di Swalayan Pasific Kijang, telur ayam nomor 3 dijual Rp 1.450 per butir, sedangkan untuk telur ayam nomor 2 Rp 1.550 per butirnya," terang Iwan.

Selanjutnya, dilakukan pengecekan stok telur ayam ras di peternakan ayam Km 18 Tirta Madu Bintan, dari hasil pengecekan diketahui stok telur ayam yang di produksi setiap hari di peternakan tersebut masih cukup dengan jumlah 20.000 butir perhari, dan disuplai kepada para pedagang dan Swalayan lokal di wilayah Bintan dan Tanjungpinang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X