Ini Hasil Pertemuan Orangtua 36 Murid yang Dikeluarkan dengan Penjabat Wali Kota

Kompas.com - 20/07/2018, 23:44 WIB
Orangtua 36 murid dikeluarkan di sekolah menemui penjabat Wali Kota Palopo, di rumah jabatan wali kota. KOMPAS.com/Amran Amir Orangtua 36 murid dikeluarkan di sekolah menemui penjabat Wali Kota Palopo, di rumah jabatan wali kota.

PALOPO, KOMPAS.com – Tak puas mendatangi Dinas Pendidikan dan DPRD Palopo, orangtua 36 murid yang dikeluarkan dari sekolah mendatangi penjabat Wali Kota Palopo, Andi Arwien di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Palopo, Jumat (20/7/2018).

Penjabat Wali Kota Palopo, Andi Arwien mengatakan, kisruh yang terjadi, murni diakibatkan oknum yang ada di sekolah masing-masing.

"Jadi saya sarankan kepada para orangtua murid untuk meminta pertanggungjawaban dari oknum sekolah tersebut," ujarnya.

Namun, sambung Andi Arwien, bukan berarti Penjabat Wali Kota dan Dinas Pendidikan lepas tangan. 


Baca juga: 36 Siswa SD Dikeluarkan Setelah 2 Hari Bersekolah, Ini Komentar Wali Kota

Ia meyakinkan, Pemerintah Kota Palopo akan menindak tegas oknum yang membuat terjadinya kisruh penerimaan siswa baru di sekolah yang dimaksud. 

“Pemerintah Kota Palopo sama sekali tidak pernah memberikan celah dan kesempatan kepada setiap sekolah untuk menambah kelas di luar kuota yang telah ditentukan Peraturan Wali Kota,” ujarnya.

Di hadapan orangtua murid serta anggota DPRD Palopo Bakri Tahir dan Abdul Jawad, Pemerintah Kota Palopo akan tetap mencari solusi terhadap permasalahan yang terjadi.

"Belum Final, kami akan upayakan jalan keluarnya ini, tanpa harus melanggar peraturan perundangan yang mengatur tentang penerimaan siswa baru," ungkapnya.

Terjadinya kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), lanjut Arwien, telah memerintahkan Inspektorat Kota Palopo untuk melakukan pemeriksaan secara komprehensif dan mengetahui serta mengungkap kekisruhan PPDB di sejumlah Sekolah Dasar (SD).

Baca juga: Sudah 2 Hari Bersekolah, 36 Siswa SD Tiba-tiba Dikeluarkan

"Untuk mengungkap dan memberikan efek jera, kepada orangtua murid yang telah dirugikan, juga dapat menempuh jalur hukum dan melaporkan persoalan ini ke pihak yang berwajib," tuturnya.

Berita sebelumnya, Kamis (20/7/2018), puluhan orangtua siswa mendatangi Dinas Pendidikan Kota Palopo karena anak mereka dikeluarkan secara tiba tiba dan sepihak.

Mereka meminta Dinas Pendidikan Kota Palopo agar anaknya kembali diterima di SDN 12 Langkanae karena telah membayar sejumlah perlengkapan sekolah sebesar Rp240.000 dan sudah belajar selama 2 hari.

Setelah mendatangi Dinas Pendidikan dan tidak menemukan jawaban, para orangtua siswa kembali mendatangi Komisi Satu DPRD Palopo, namun belum membuahkan hasil, dan selanjutnya menemui Penjabat Wali Kota Palopo.

Kompas TV Sejumlah permainan tradisional ditampilkan dalam kegiatan MPLS di Bantul, Yogyakarta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Regional
Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Regional
Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Regional
Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Regional
Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Regional
Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Regional
Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Regional
Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Regional
Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Regional
Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Regional
Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Regional
Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Regional
WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

Regional
PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

Regional
Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X