2 Anak Meninggal karena Difteri, Orangtua Diminta Tak Tolak Imunisasi

Kompas.com - 20/07/2018, 21:23 WIB
Tim medis dari Puskesmas Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, memberikan imunisasi difteri massal kepada 956 siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Kota Banda Aceh, Selasa (20/2/2018). Pemberian vaksin ini dilakukan karena salah satu siswa di MIN tersebut terdeteksi positif menderita penyakit difteri dan sedang menjalani perawatan di (RSUZA) Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh sejak beberapa pekan lalu. KOMPAS.com/RAJA UMARTim medis dari Puskesmas Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, memberikan imunisasi difteri massal kepada 956 siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Kota Banda Aceh, Selasa (20/2/2018). Pemberian vaksin ini dilakukan karena salah satu siswa di MIN tersebut terdeteksi positif menderita penyakit difteri dan sedang menjalani perawatan di (RSUZA) Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh sejak beberapa pekan lalu.

SEMARANG, KOMPAS.com - Wali Kota Semarang, Jawa Tengah, Hendrar Prihadi meminta warganya tidak lagi menolak imunisasi agar terhindar dari penyakit difteri.

Imunisasi dinilai sebagai sarana pencegahan terbaik agar anak-anak terhindar dari penyakit tersebut.

Sejauh ini ada 2 anak di Kota Semarang yang meninggal dunia karena positif terserang difteri dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

Selain itu, ada 5 warga lainnya yang ternyata sedang dirawat atas serangan penyakit tersebut.

"Pencegahan difteri yang utama itu imunisasi. Persediaan untuk vaksin difteri di Kota Semarang sangat cukup," ujar Hendrar, Jumat, (20/7/2018).

Baca juga: [HOAKS] Kawasan Zona Merah Difteri di Semarang

Hendrar menegaskan, 7 anak yang terserang difteri ini sejak lahir tidak melakukan imunisasi. Karena itu, ia meminta orangtua tidak menolak ketika anak akan diimunisasi.

"Jadi, 7 anak tersebut saat bayi dulu tidak diimunisasi, itu karena orangtuanya menolak," tambahnya.

Imunisasi Difteri

Untuk mencegah merebaknya wabah difteri, sejumlah anak di Kelurahan Genukaari, Kecamatan Genuk, secara serentak melakukan imunisasi di balai RW setempat.

Salah satunya, di RW 03 Kampung Dong Biru, Kelurahan Genuksari. Di wilayah itu, anak-anak berusia 1-12 tahun diimunisasi di balai pertemuan setempat.

Di RW 03, setidaknya ada 426 anak yang ikut vaksinasi difteri.

Baca juga: Seorang Bayi Usia Delapan Bulan di Banda Aceh Positif Difteri

Lurah Genuksari, Sutrisno mengatakan, imunisasi serentak dilakukan di hampir seluruh wilayahnya yang terdiri 78 RT serta 11 RW. Vaksinasi dilakukan agar wabah difteri tidak menjangkiti anak lainnya.

"Semalam kemarin sudah mengumpulan pengurus Posyandu dan RT-RT untuk memutus rantai virus difteri. Itu dilakukan karena di sini ditemukan lima anak yang terjangkit difteri," pungkasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Regional
Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

Regional
Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Regional
Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Regional
Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Regional
Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Regional
'Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru'

"Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru"

Regional
Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Regional
Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Regional
[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

Regional
Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

Regional
'Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan'

"Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan"

Regional
'Saya Melihat Darah Begitu Banyak tapi Tak Merasa Sakit'

"Saya Melihat Darah Begitu Banyak tapi Tak Merasa Sakit"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X