Kardus Isi Jam Dinding Dikira Bom Tergeletak di Jalan, Warga Geger

Kompas.com - 19/07/2018, 12:44 WIB
Jalan Raya Sanden, Kecamatan Mageang Utara, Kota Magelang, ditutup sementara, karena tim jibon Polda Jateng sedang memeriksa kardus diduga berisi bom, Kamis (19/7/2018) dini hari KOMPAS.com/IKA FITRIANA Jalan Raya Sanden, Kecamatan Mageang Utara, Kota Magelang, ditutup sementara, karena tim jibon Polda Jateng sedang memeriksa kardus diduga berisi bom, Kamis (19/7/2018) dini hari

MAGELANG, KOMPAS.com - Sebuah kardus berisi jam dinding yang tergeletak di tengah jalan raya di Kampung Sanden, Kelurahan Kramat Selatan, Kota Magelang, Jawa Tengah, menghebohkan warga, Rabu (18/7/2018) malam. Awalnya, warga mengira kardus itu berisi bom.

Jalan raya sempat ditutup, arus lalu lintas dialihkan. Puluhan polisi berdatangan mengamankan lokasi. Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Polda Jawa Tengah pun turun untuk memastikan isi kardus berwarna cokelat itu.

Kepala Polres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Dharmawan menjelaskan, kejadian itu bermula sekitar pukul 21.00 WIB polisi menerima laporan dari seorang warga yang mengaku melihat kardus mencurigakan tergeletak di tengah jalan raya.

Orang tersebut sempat akan menendangnya namun curiga karena ada suara dari dalam kardus. Dia kemudian melapor ke kantor Polsek Magelang Utara.

Baca juga: Bercanda Bom di Dalam Pesawat, Pensiunan ASN Diamankan

"Dia melintas, ingin menendang kardus itu. Tapi karena ada jam dinding ukuran kecil, dia lantas melaporkannya ke polsek Magelang Utara, petugas segera ke lokasi untuk mengamankan," katanya

Pada pukul 23.45 WIB, lanjut Kristanto, Tim Jibom egana tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan sampai sekitar pukul 00.45, Kamis (19/7/2018).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kardusnya kosong dan hanya berisi plastik serta jam dinding," ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan antara lain dengan memeriksa sidik jari yang tertinggal di benda tersebut, meminta keterangan para saksi dan lainnya. Sebab kejadian ini telah membuat resah warga.

Kristanto mengimbau warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan di sekitarnya.

Baca juga: Warga Temukan Bom Nanas Karatan di Depan Toko

"Ada hal baru, temuan baru, maka warga sendiri yang tahu. Harus cepat lapor dan sistem keamanan lingkungan harus ditingkatkan," katanya.

Esti, salah satu warga Sanden, mengatakan baru pertama kali ini ada kejadian penemuan benda yang diduga bom di kampungnya. Ia mengaku tidak tenang karena kampung yang selama ini damai, menjadi agak terganggu.

"Ya cukup terganggu dengan adanya kejadian ini. Tapi mudah-mudahan tidak terulang lagi dan bukan bom betulan," katanya. 

Kompas TV Ledakan bom terjadi di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur.




Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X