Mengapa Api Obor Asian Games 2018 Diambil dari Mrapen?

Kompas.com - 19/07/2018, 05:35 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani, saat proses pengambilan Api Asian Games 2018 di obyek wisata Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jateng, Rabu (18/7/2018) KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTOMenteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani, saat proses pengambilan Api Asian Games 2018 di obyek wisata Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jateng, Rabu (18/7/2018)

GROBOGAN, KOMPAS.com - Ada sebuah cerita dibalik terpilihnya Api Abadi Mrapen di Grobogan, Jawa Tengah, sebagai tempat pengambilan Api Obor Asian Games 2018

Cerita tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani, Rabu (18/7/2018). 

Menurut dia, meski ada sumber api abadi di daerah lain, obyek wisata Api Abadi Mrapen dispesialkan karena menyimpan nilai historis yang tinggi.

Api Abadi Mrapen menjadi langganan pengambilan api obor beberapa agenda nasional dan internasional sejak era Presiden Soekarno hingga saat ini

Api Abadi Mrapen untuk kali pertama diambil untuk upacara pembukaan Pesta Olahraga Negara-Negara Berkembang atau Games of the New Emerging Forces (Ganefo) I pada 1 November 1963.

Baca juga: Cerita Api Obor Asian Games 2018 yang Diambil dari Mrapen Grobogan

Kemudian, Pekan Olahraga Nasional (PON) pun juga mengambil Api Abadi Mrapen dimulai pada PON XVI 23 Agustus 1996. Untuk acara keagamaan, Api Abadi Mrapen juga digunakan untuk menyalakan obor upacara Hari Raya Waisak bagi umat Buddha.

"Sudah sepatutnya Api Abadi Mrapen dipilih karena memiliki nilai sejarah yang tinggi. Sering digunakan apinya bahkan untuk agenda olahraga Ganefo tahun 1963 dan masih banyak lagi, " kata Puan saat memberi sambutan dalam kegiatan pengambilan Api Asian Games 2018 di obyek wisata Api Abadi Mrapen, Grobogan, Rabu (18/7/2018).

Puan berharap agar Api Obor Asian Games 2018 yang diambilkan dari sumber api abadi Mrapen Grobogan bisa menjadi pembakar semangat seluruh atlet nasional yang akan berlaga di Jakarta dan Palembang.

"56 tahun kita tunggu. Ayo para atlet bersemangat. Perjuangkan dan harumkan Indonesia. Kumandangkan lagu Indonesia dan kibarkan bendera merah putih. Kita satu tim Indonesia dan tidak terpecah cabor-cabor. Harus dikenal di dunia internasional, " tegas Puan.

Baca juga: Dari Mrapen, Api Obor Asian Games 2018 Diarak di Semarang

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengaku bangga karena Api Abadi Mrapen bisa terpilih sebagai lokasi pengambilan Api Asian Games 2018. Setidaknya, melalui momen ini, Kabupaten Grobogan akan dikenal di mata dunia.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan 64 Kepala Sekolah di Riau Mengundurkan Diri dari Jabatannya

Ini Alasan 64 Kepala Sekolah di Riau Mengundurkan Diri dari Jabatannya

Regional
Kapal Nelayan Terbalik Dihantam Ombak di Pantai Ngrenehan Gunungkidul

Kapal Nelayan Terbalik Dihantam Ombak di Pantai Ngrenehan Gunungkidul

Regional
2 Bulan Tertahan di Papua Nugini, 94 WNI Akhirnya Kembali ke Tanah Air

2 Bulan Tertahan di Papua Nugini, 94 WNI Akhirnya Kembali ke Tanah Air

Regional
Dokter Sarankan Hati Hewan Kurban Tidak Dikonsumsi, Ini Alasannya

Dokter Sarankan Hati Hewan Kurban Tidak Dikonsumsi, Ini Alasannya

Regional
Wagub Kaltim Terinfeksi Covid-19: Tidak Batuk, Pusing, dan Demam

Wagub Kaltim Terinfeksi Covid-19: Tidak Batuk, Pusing, dan Demam

Regional
Kadis Bondowoso Dicopot karena Video TikTok Tari Ular di Atas Meja Bersama Perempuan

Kadis Bondowoso Dicopot karena Video TikTok Tari Ular di Atas Meja Bersama Perempuan

Regional
Covi dan Vivid, 2 Bayi Harimau Benggala Koleksi Semarang Zoo, Lahir Saat Pandemi

Covi dan Vivid, 2 Bayi Harimau Benggala Koleksi Semarang Zoo, Lahir Saat Pandemi

Regional
Konsumsi Sabu, Anak Salah Satu Pejabat di Kaltim Ditangkap Polisi

Konsumsi Sabu, Anak Salah Satu Pejabat di Kaltim Ditangkap Polisi

Regional
Perempuan Asal Amerika Gedor Pintu Rumah Warga Tanpa Alasan di Bali, Diduga Depresi

Perempuan Asal Amerika Gedor Pintu Rumah Warga Tanpa Alasan di Bali, Diduga Depresi

Regional
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Positif Terinfeksi Covid-19

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Positif Terinfeksi Covid-19

Regional
64 Kepala Sekolah SMP di Riau Mengundurkan Diri

64 Kepala Sekolah SMP di Riau Mengundurkan Diri

Regional
101 Pasien Positif Corona di Pusdikpom Dinyatakan Negatif dari Hasil Tes Swab Kedua

101 Pasien Positif Corona di Pusdikpom Dinyatakan Negatif dari Hasil Tes Swab Kedua

Regional
Petugas Jaringan Listrik Diserang Buaya Saat Seberangi Sungai, Derita Luka Robek di Pinggang

Petugas Jaringan Listrik Diserang Buaya Saat Seberangi Sungai, Derita Luka Robek di Pinggang

Regional
Push-Up Tak Mempan, Hukuman Tak Pakai Masker di Banjarbaru Kini Denda Rp 250.000

Push-Up Tak Mempan, Hukuman Tak Pakai Masker di Banjarbaru Kini Denda Rp 250.000

Regional
Pelaku Pencabulan Anak Dihukum Cambuk, Mengerang hingga Minta Berhenti

Pelaku Pencabulan Anak Dihukum Cambuk, Mengerang hingga Minta Berhenti

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X