Di Candi Prambanan, 2 Legenda Atlet Indonesia Satukan Api Obor Asian Games 2018

Kompas.com - 18/07/2018, 22:31 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menyerahkan Obor Asian Games 2018 ke Atlet Bulutangkis asal Yogyakarta peraih mendali Emas Asian Games 1996, Finarsih. KOMPAS.com / Wijaya KusumaWakil Presiden Jusuf Kalla saat menyerahkan Obor Asian Games 2018 ke Atlet Bulutangkis asal Yogyakarta peraih mendali Emas Asian Games 1996, Finarsih.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Api obor Asian Games 2018 yang diambil dari India dan Merapen, Jawa Tengah, disatukan di Candi Prambanan, Rabu (18/072/2018) malam dalam acara Torch Relay Concert.

Dua legenda atlet Indonesia, Yustedjo Tarik dan Susy Susanti dipercaya untuk menyatukan Api Obor Asian Games 2018.

Acara Torch Relay Concert di pelataran Candi Brahma, Kompleks Candi Prambanan, berlangsung meriah. Gemerlap lampu dan gagahnya Candi Prambanan mewarnai perhelatan akbar tersebut.

Turut hadir dalam acara ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani, Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi, Ketua Kontingen atau Chief de Mission (CdM) Indonesia Asian Games 2018 Komisaris Jenderal (Pol) Syafruddin, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua Inasgoc Erick Thohir.

Di acara puncak, atlet peraih medali emas bulutangkis Olimpiade 1992, Susy Susanti tampak berjalan ke atas panggung dengan membawa api yang diambil dari New Delhi, India. Atlet peraih mendali emas tenis Asian Games 1978 dan 1982, Yustedjo Tarik tampak membawa api yang diambil dari Merapen, Jawa Tengah.

Baca juga: Dari Mrapen, Api Obor Asian Games 2018 Diarak di Semarang

Kedua atlet legenda Indonesia ini berjalan menuju atas panggung, lalu menyatukan dua api. Setelah itu, Susy Susanti bersama Yustedjo menyerahkan Obor Asian Games 2018 ke Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Selanjutnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerahkan obor tersebut ke atlet bulutangkis asal Yogyakarta peraih mendali Emas Asian Games 1996, Finarsih. Obor inilah yang mulai besok Kamis (19/07/2018) akan dikirab melewati 18 provinsi, 54 kota dan 64 titik dalam 23 hari sejauh 18.000 kilometer.

Ketua Pelaksana Asian Games 2018, Erick Thohir mengatakan, keterlibatan para legenda olahraga Indonesia, Susy Susanti dan Yustedjo Tarik, ini untuk menggugah semangat bertanding para atlet.

"Hadirnya legenda olahraga Indonesia, para atlet dan artis nasional diharapkan menggugah partisipasi serta dukungan dari masyarakat di kota-kota yang dilewati oleh Obor Asian Games," kata Erick Thohir dalam pres rilis, Rabu (18/07/2018).

Baca juga: 5 Fakta Unik Api Obor Asian Games 2018

Sementara itu, Yustedjo Tarik mengaku bangga bisa terlibat menjadi pembawa api obor Asian Games 2018.

"Harapan saya, para atlet yang bertanding tampil semangat dan mampu memaksimalkan dukungan tuan rumah untuk merebut medali emas sebanyak mungkin," harapnya.

Usai disatukan, api obor Asian Games 2018 dibawa ke Pagelaran Keratin Ngayogyakarta Hadiningrat. Setelah diinapkan semalam, pada Kamis (19/07/2018) esok pagi, obor akan dikirab keliling Kota Yogyakarta.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Regional
Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Regional
Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Regional
Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X