Gelapkan Uang Infak Rp 266 Juta, Takmir Masjid Divonis 2,5 Tahun Penjara

Kompas.com - 18/07/2018, 18:33 WIB
Takmir masjid divonis 2 tahun 6 bulan penjara. KOMPAS.com/ ACHMAD FAIZALTakmir masjid divonis 2 tahun 6 bulan penjara.

SURABAYA, KOMPAS.com - Seorang takmir masjid di kompleks mal Surabaya dihukum 2 tahun 6 bulan penjara. Dia terbukti menggelapkan dana infak masjid senilai Rp 266 juta dari 2014 hingga 2017.

Subiyanto terlihat pasrah atas vonis yang dijatuhkan hakim Unggul saat sidang putusan di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (18/7/2018).

"Mengadili terdakwa yang terbukti bersalah dan dihukum kurungan selama 2 tahun 6 bulan," kata Unggul dalam vonisnya.

Vonis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa sebelumnya yakni 3 tahun 6 bulan penjara. Dalam perkara tersebut, Subiyanto disebut telah melanggar Pasal 374 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP tentang penggelapan.

Selain dihukum 2 tahun 6 bulan, Subiyanto juga diwajibkan mengembalikan uang yang digelapkan karena uang tersebut adalah milik masyarakat.

"Terdakwa juga harus mengembalikan uang masyarakat yang ada di masjid yang telah digelapkan," ujarnya.

Baca juga: Pengantin Baru Ini Masuk Bui karena Gelapkan Uang di Tempat Kerja

Subiyanto adalah takmir Masjid Al Ghuroba periode 2014 hingga 2017. Masjid tersebut berada di gedung Pakuwon Mall Surabaya.

Anggota takmir mulai curiga saat dia diminta mengeluarkan uang senilai Rp 50 juta untuk pengadaan sound system dan karpet pada awal 2017.

Subiyanto selaku bendahara masjid selalu menghindar saat diminta mengeluarkan uang untuk keperluan masjid.

Baca juga: Oknum Guru SD Gelapkan 10 Mobil, Ditangkap Sepulang Dinas

Setelah diselidiki, ternyata ada pengeluaran uang sekitar Rp 266 juta yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Uang tersebut keluar setiap bulan selama 3 tahun melalui tarikan ATM dengan jumlah yang berbeda-beda setiap bulannya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

Regional
3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Regional
Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Regional
Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Regional
Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Regional
Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Regional
Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
IDI Laporkan 5 Akun Facebook karena Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

IDI Laporkan 5 Akun Facebook karena Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

Regional
Nekat Izinkan Sekolah Tatap Muka untuk SD, Ini Alasan Bupati Pesisir Selatan

Nekat Izinkan Sekolah Tatap Muka untuk SD, Ini Alasan Bupati Pesisir Selatan

Regional
Diserang Lebah, 6 Pegawai PDAM Bantaeng Jatuh ke Jurang Sedalam 70 Meter

Diserang Lebah, 6 Pegawai PDAM Bantaeng Jatuh ke Jurang Sedalam 70 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X