Kasus Korupsi Kapal Patroli, Kejaksaan Nunukan Tetapkan Tersangka Baru

Kompas.com - 18/07/2018, 09:53 WIB
Kejaksaan Negeri Nunukan menetapkan Alex selaku direktur utama PT Karya Ngao sebagai  tersangka baru kasus dugaan korupsi rehabilitasi  kapal patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otorita Pelabuhan (KSOP) Nunukan, Selasa (17/7/2018). KOMPAS.com/SUKOCOKejaksaan Negeri Nunukan menetapkan Alex selaku direktur utama PT Karya Ngao sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi rehabilitasi kapal patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otorita Pelabuhan (KSOP) Nunukan, Selasa (17/7/2018).

NUNUKAN, KOMPAS.comKejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan di Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi rehabilitasi kapal patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otorita Pelabuhan (KSOP) Nunukan.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Nunukan Muhammad Rusli Usman SH mengatakan, Alex selaku direktur utama PT Karya Ngao, perusahaan yang melakukan rehabilitasi dan perbaikan kapal patroli KSOP Nunukan, resmi ditetapkan sebagai tersangka sejak Selasa (17/7/2018).

Tersangka langsung ditahan karena selain sudah enam kali dipanggil untuk dimintai keterangan. Pertimbangan lainnya, domisili tersangka jauh serta tersangka dikhawatirkan akan menghilangkankan barang bukti.

“Kami sudah temukan dua alat bukti sehingga yang bersangkutan kami tetapkan tersangka dan langsung kami tahan,” ujarnya Rabu (18/07/2018).

Baca juga: Dugaan Korupsi Kapal Patroli, Kejari Nunukan Sita 2 Kardus Dokumen

Menurut Rusli dari hasil pemeriksaan Kejari Nunukan, rehabilitasi kapal patroli KSOP Nunukan dianggap cacat hukum dengan banyaknya mekanisme tidak prosedural. 

Kejati Nunukan menduga kontrak KSOP dengan PT Marinav asal Surabaya selaku pelaksana kegiatan sebagai kontrak fiktif. Sebab, Nasir Ali selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus kepala KSOP Nunukan tidak pernah bertemu dengan pihak Marinav.

Kemudian Alex menjadi pihak ketiga yang menerima pekerjaan atas SK yang tak jelas dari mana dan siapa pengirimnya. Sedangkan saat pencairan anggaran di berkas kerja sama hanya tercantum tanda tangan Alex.

"Bertentangan disitu, kan Alex enggak pernah ikut lelang," jelasnya.

Baca juga: Dugaan Korupsi Kapal Patroli, Kejari Nunukan Geledah Kantor KSOP

Sebelumnya diberitakan, Kejari Nunukan telah menetapkan mantan kepala KSOP Nasir Ali sebagai tersangka pada September 2017 dan menjebloskannya ke Lapas Nunukan.

Kapal patroli patroli tipe KNP 360 milik KSOP Nunukan harus direhabilitasi karena mengalami kerusakan. Kapal patroli ini menabrak sebuah gusung saat mengangkut rombongan DPR RI yang melakukan kegiatan kunjungan kerja ke Nunukan pada 2013 lalu.

Anggaran kegiatan rehabilitasi kapal patrol KNP 360 sebesar Rp 620 juta telah cair 100 persen pada Desember 2013 lalu, sementara kapalnya masih di galangan Balikpapan dalam keadaan rusak.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pembunuhan 'Debt Collector' yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Kronologi Pembunuhan "Debt Collector" yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Regional
183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

Regional
Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Regional
Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X