Polisi Tetap Proses Hukum Kasus Pembantaian Ratusan Buaya di Sorong

Kompas.com - 17/07/2018, 20:28 WIB
Kapolres Sorong AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna saat memberikan keterangan pers KOMPAS.com/istimewaKapolres Sorong AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna saat memberikan keterangan pers

TIMIKA, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Sorong, Papua Barat, tetap melanjutkan proses hukum kepada pemilik penangkaran buaya dan warga meski kedua pihak sepakat tidak menuntut kasus pembantain hewan reptil ini.

Kapolres Sorong AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna mengatakan, pihaknya sudah memasilitasi pertemuan antara CV Mitra Lestari Abadi (MLA) selaku pemilik penangkaran buaya dan warga sebanyak dua kali.

Dari mediasi tersebut, pemilik penangkaran buaya memberikan santunan kepada keluarga korban serangan buaya. Serta kedua pihak sepakat untuk tidak menuntut kasus ini.

"Mediasi dilakukan dua kali pada saat kejadian 13 Juli dan 16 Juli. Dari mediasi itu kedua pihak sepakat tidak menuntut," kata AKBP Dewa dalam keterangan persnya, Selasa (17/7/2018).

Meski demikian, pihak kepolisian tetap akan melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum. Ada tiga pasal yang disangkakan bagi pemilik penangkaran dan warga.

Untuk pemilik penangkaran dikenakan pasal 359 KUHP tentang unsur kelalaian yang menyebabkan kematian.

"Ada lima saksi yang sudah diperiksa. Sedangkan tersangkanya belum diperiksa," kata Dewa.

Baca juga: Ratusan Buaya Dibantai Warga di Sorong, Polisi Akan Gelar Mediasi

Sementara untuk warga, ada dua pasal yang disangkakan, yaitu Pasal 170 tentang melakukan perbuatan perusakan bersama-sama dan Pasal 21 ayat 2 huruf a Jo pasal 40 ayat 2 Undang-undang RI nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Hayati.

Pihak kepolisian kini masih mendalami peran dari masing-masing warga berdasarkan hasil rekaman video yang beredar luas, serta sudah memeriksa lima orang saksi.

"Untuk pembantaian buaya baru dua orang yang terduga," kata Dewa.

Sebelumnya, sebanyak 292 ekor buaya dibantai ratusan warga di sebuah penangkaran di Jalan Bandara, SP 1, Kelurahan Klamalu, Kecamatan Mariat, Kabupaten Sorong, Papua Barat, Sabtu (14/7/2018).

Baca juga: Dikuburkan, Ratusan Buaya yang Dibantai Warga di Sorong

Aksi warga Tugu Merah, SP 1, Kota Aimas, ini menyusul tewasnya Sugito yang dimangsa buaya saat sedang mencari rumput di sekitar penangkaran pada Jumat (13/7/2018).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Regional
Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

Regional
Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

Regional
RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

Regional
Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 Februari 2021

Regional
Kebakaran di Kampus UII, 7 Mobil Pemadam Diterjunkan

Kebakaran di Kampus UII, 7 Mobil Pemadam Diterjunkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X