Jadi "Pilot Project", Tes Biometrik Kini Dilakukan di Embarkasi

Kompas.com - 16/07/2018, 20:40 WIB
Jemaah calon haji tiba di Embarkasi Solo, Senin (16/7/2018). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIJemaah calon haji tiba di Embarkasi Solo, Senin (16/7/2018).

BOYOLALI, KOMPAS.com - Calon jamaah haji yang diberangkatkan melalui embarkasi Solo tidak hanya diperiksa kesehatannya. Mereka juga menjalani tes biometrik.

Tes biometrik merupakan tahap akhir yang harus dilalui para jamaah sebelum mereka diterbangkan ke tanah suci Mekah.

Menurut Kasubag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Afief Mundzir, tes biometrik meliputi rekam sidik jari, mata, dan dokumen penting lainnya.

Tes tersebut baru pertama kali dan pilot project di Indonesia.

"Perekaman biometrik sebagai pilot project nasional. Tidak semua embarkasi melakukannya (perekaman biometrik)," kata Afief di Boyolali, Jawa Tengah, Senin (16/7/2018).

Baca juga: Ketika Presiden Jokowi Ditegur Warga gara-gara Salah Sebut

Afief mengungkapkan, program ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi. Tujuannya, untuk mengurangi antrean jamaah Indonesia saat tiba di Arab Saudi.

Selama ini, sambung Afief, calon jamaah haji Indonesia harus melakukan tes biometrik sesampainya di Arab Saudi.

Di sana calon jamaah haji Indonesia banyak yang terkendala dengan bahasa, sehingga tes biometrik memakan waktu cukup lama.

"Pemeriksaan scanner ini dulunya dilakukan di Bandara Jeddah maupun Madinah. Untuk tahun ini meskipun tidak semua embarkasi di Indonesia, tapi di embarkasi Solo dipilih untuk menerapkan tes ini," ungkapnya.

Baca juga: Dikuburkan, Ratusan Buaya yang Dibantai Warga di Sorong

Melalui program baru tersebut, sambung Afief, calon jamaah haji Indonesia yang tiba di Arab Saudi tidak lagi melakukan tes biometrik.

Jamaah bisa langsung menuju tempat pemondokan yang telah disediakan di Arab Saudi.

"Kalau jamaah sudah dites biometrik di sini (embarkasi Solo) maka di sana (Arab Saudi) mereka tidak tes lagi. Kalaupun ada hal-hal lain kepada para jamaah tidak seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya," imbuhnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perjuangan Sertu Palemba Saat Gempa, Dekap Anak Istri Ketika Bangunan Runtuh

Perjuangan Sertu Palemba Saat Gempa, Dekap Anak Istri Ketika Bangunan Runtuh

Regional
Gunung Sinabung Mengalami Erupsi, Semburkan Debu Vulkanik Setinggi 500 Meter

Gunung Sinabung Mengalami Erupsi, Semburkan Debu Vulkanik Setinggi 500 Meter

Regional
Hujan Abu Semeru Berhenti, Bupati Lumajang Minta Warga Waspadai Lahar Dingin

Hujan Abu Semeru Berhenti, Bupati Lumajang Minta Warga Waspadai Lahar Dingin

Regional
Tenda Terbatas, Puluhan Pengungsi Gempa Sulbar Terpaksa Tinggal di Kandang Ayam

Tenda Terbatas, Puluhan Pengungsi Gempa Sulbar Terpaksa Tinggal di Kandang Ayam

Regional
Rumah Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Dibobol Maling, Sejumlah Barang Hilang, Begini Kejadiannya

Rumah Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Dibobol Maling, Sejumlah Barang Hilang, Begini Kejadiannya

Regional
Geger Penemuan Jenazah Bocah Perempuan Terbungkus Karung di Pinggir Jalan Subang

Geger Penemuan Jenazah Bocah Perempuan Terbungkus Karung di Pinggir Jalan Subang

Regional
Satpam Meninggal di Kamar Kos Saat Isolasi Mandiri, Diketahui Punya Penyakit Penyerta

Satpam Meninggal di Kamar Kos Saat Isolasi Mandiri, Diketahui Punya Penyakit Penyerta

Regional
Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

Regional
'Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan'

"Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan"

Regional
Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

Regional
Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

Regional
Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

Regional
Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

Regional
Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X