Bupati Temanggung Terpilih Diperiksa KPK, Golkar Siapkan Pengacara

Kompas.com - 16/07/2018, 20:28 WIB
Paslon bupati dan wakil bupati Al Khadziq dan Heri Ibnu Wibowo sementara mendapat perolehan suara terbanyak sebanyak 56 persen pada Pilkada Temanggung, Kamis (28/6/2018). KOMPAS.com/IKA FITRIANA Paslon bupati dan wakil bupati Al Khadziq dan Heri Ibnu Wibowo sementara mendapat perolehan suara terbanyak sebanyak 56 persen pada Pilkada Temanggung, Kamis (28/6/2018).

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Temanggung akan menyiapkan tim pembela hukum untuk calon bupati terpilih Muhammad Al Khadziq yang saat ini sedang diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi istrinya, Eni Maulani Saragih.

Ketua Dewan Penasihat DPD Golkar Temanggung, Tunggul Purnomo, menyatakan, tim pembela hukum ini sebagai bentuk tanggung jawab partai yang telah mengusungnya sebagai calon bupati Temanggung pada Pilkada 2018 ini.

"Kami DPD Golkar baru menyiapkan tim pembela hukumnya, untuk Pak Khadziq, kan dia calon bupati dari Golkar," ujar Tunggul, dihubungi Senin (16/7/2018).

Menurutnya, Khadziq dan istrinya adalah orang yang baik dan tulus. Keduanya kerap memberikan santunan, sembako dan lainnya kepada masyarakat, bahkan dengan orang yang belum mereka kenal.

"Beliau sama dengan Bu Eni, Pak Khadziq itu apikan (baik) lho. Ora kenal we dikei duit (orang tidak kenal saja diberi uang)," ujarnya.

Baca juga: Bupati Temanggung Terpilih Diperiksa KPK, Apa Langkah KPU?

Namun demikian, Tunggul masih menunggu perkembangan kasus yang saat ini tengah didalami KPK itu. Saat ini, pihaknya masih berkonsentrasi pada proses pendaftaran calon legislatif (caleg) di KPU Temanggung.

"Sekarang konsentrasi dulu pada pencalegan. Rampung (pencalegan) baru kita susun (tim pembela hukumnya). Wong apikan yo kudu dibela to (orang baik itu ya harus dibela kan) suka bagi-bagi uang, sembako, kok dihukum, ya jangan," paparnya.

Tunggul berujar, Khadziq memang bukan kader Partai Golkar asli. Dia sempat bergabung dengan PPP dan PKB, sebelum kemudian memiliki istri Eni Maulani Saragih yang merupakan Wakil Komisi VII DPR RI dari Fraksi Golkar.

Pihaknya berharap, KPK menangani kasus ini dengan profesional tanpa ada muatan politik.

"Bagaimanapun juga, kan yang ngusung Golkar. Mudah-mudahan KPK nanti nggak salah, benar-benar sesuai fakta, tidak politis. Kalau memang jadi tersangka ya yang benar," harapnya.

Tunggul juga mengaku tidak khawatir jika pada saat rapat pleno penetapan hasil Pilkada Temanggung digelar tanpa dihadiri Khadziq. Sebab, masih ada calon wakil bupati terpilih Heri Ibnu Wibowo yang bisa hadir.

Seperti diketahui, calon bupati Temanggung terpilih Muhammad Al Khadziq ikut diamankan KPK terkait kasus yang menjerat istrinya, Eni Maulani Saragih, Jumat (13/7/2018) lalu.

Eni yang merupakan wakil ketua Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Golkar itu telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau.

Baca juga: KPK Amankan Bupati Temanggung Terpilih Terkait Kasus Suap Eni Maulani Saragih

Adapun pada Pilkada Temanggung 2018, Al Khadziq yang berpasangan dengan Heri Ibnu Wibowo itu dinyatakan sebagai pemenang karena meraih suara terbanyak. Pasangan ini diusung oleh Partai Golkar, Partai Gerindra, PPP dan PAN.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas'

"Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas"

Regional
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

Regional
Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Regional
Hilang di Teluk Ambon, WNA Amerika Sempat Direkam Suami Saat Menyelam Bersama

Hilang di Teluk Ambon, WNA Amerika Sempat Direkam Suami Saat Menyelam Bersama

Regional
25 Karyawan, Kontraktor, dan Mitra Kerja Pertamina Sorong Positif Covid-19

25 Karyawan, Kontraktor, dan Mitra Kerja Pertamina Sorong Positif Covid-19

Regional
Dua Anggota DPRD Jepara dan Tiga Stafnya Positif Corona, Kantor DPRD Ditutup

Dua Anggota DPRD Jepara dan Tiga Stafnya Positif Corona, Kantor DPRD Ditutup

Regional
Dirjen Dikti Kemendikbud: Data Kita Tidak Ada Profesor Hadi Pranoto

Dirjen Dikti Kemendikbud: Data Kita Tidak Ada Profesor Hadi Pranoto

Regional
Kota Tegal Catatkan 28 Kasus Baru Covid-19, Paling Banyak Tenaga Kesehatan

Kota Tegal Catatkan 28 Kasus Baru Covid-19, Paling Banyak Tenaga Kesehatan

Regional
Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Regional
Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Regional
Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Regional
Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Regional
Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Regional
Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Regional
Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X