Kompas.com - 16/07/2018, 17:35 WIB
Kapolres Purbalingga, Ajun Komisais Besar Agus Setiawan menggelar pers rilis kasus penjambretan di Mapolres Purbalingga, Senin (16/7/2018). KOMPAS.com/Iqbal FahmiKapolres Purbalingga, Ajun Komisais Besar Agus Setiawan menggelar pers rilis kasus penjambretan di Mapolres Purbalingga, Senin (16/7/2018).

PURBALINGGA, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Purbalingga berhasil melumpuhkan seorang jambret yang biasa beraksi di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Tersangka berinisial RE (30) ditangkap oleh Unit Reskrim di tempat kosnya yang berada di Kecamatan Kaligondang, Jumat (12/7/2018) malam.

Kapolres Purbalingga Ajun Komisaris Besar Agus Setiawan mengatakan, pria asal Kampar, Pekanbaru, Riau, ini diketahui tinggal bersama istrinya yang berdomisili di Rawa Lele, Kabupaten Kebumen.

“Saat penangkapan, tersangka berupaya melawan, sehingga petugas terpaksa melumpuhkan dengan menggunakan timah panas,” katanya saat pers rilis di Mapolres Purbalingga, Senin (16/7/2018).

Agus mengungkapkan, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti kejahatan dari tersangka. Di antaranya sepeda motor yang digunakan saat beraksi dan telepon genggam hasil kejahatan.

Baca juga: Jambret yang Terjun ke Kali Sunter Sempat Acungkan Golok

Selama berada di Purbalingga, tersangka mengaku pernah beraksi di tujuh lokasi, yakni dua kali Desa Jetis, Kelurahan Wirasana, Desa Klapasawit, dan jalan raya Penambongan, serta Jalan Mayjen Sungkono masuk Desa Blater.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sasaran pelaku adalah perempuan yang mengendarai sepeda motor sendirian. Modusnya, pelaku sudah membuntuti sejak jauh, begitu sampai di lokasi yang sepi, korban langsung dipepet dan tas milik korban ditarik hingga terjatuh,” ujarnya.

Selama beroperasi di Purbalingga, RE mengaku bisa mengantongi uang jutaan rupiah. Beberapa di antara korbannya adalah seorang ibu yang hendak membeli kambing. Dia mengalami kerugian uang sebesar Rp 2,5 juta. Sedangkan saat beraksi di Wirasana, tersangka mendapatkan uang Rp 4,5 juta.

RE mengaku terpaksa melakukan aksi kejahatan karena terhimpit masalah ekonomi. Kepada wartawan, dia bercerita ingin membuat usaha dagang bersama istrinya, namun terkendala masalah modal.

“Ada uang hasil njambret yang digunakan untuk beli pakaian, rencananya mau dijual, istri saya dulunya jualan pakaian,” kata RE.

Namun rencana RE akhirnya kandas. Kini dia harus rela berpisah dengan sang istri dan mendekam di balik jeruji besi.

Baca juga: Jambret Ponsel Warga, Pelaku dan Penadah Ditangkap Polisi

Setelah tertangkap polisi, RE mengaku sangat menyesal. Karena usaha tidak jadi berjalan, tetapi malah harus terpisah dengan istri.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, RE dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana selama-lamanya sembilan tahun penjara.

Kompas TV Wilayah hukum DKI jakarta dibikin geram dengan aksi penjambretan yang terjadi dalam kurun waktu sebulan terakhir.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.