Balai Arkeologi Yogya Gelar Ekskavasi Cari Jejak Kerajaan Ngurawan di Dusun Ngrawan - Kompas.com

Balai Arkeologi Yogya Gelar Ekskavasi Cari Jejak Kerajaan Ngurawan di Dusun Ngrawan

Kompas.com - 14/07/2018, 11:29 WIB
Warga yang dipekerjakan Balai Arkeologi DIY mulai menggali di lokasi yang diyakini sebagai pemukiman warga pada masa Kerajaan Ngurawan.KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi Warga yang dipekerjakan Balai Arkeologi DIY mulai menggali di lokasi yang diyakini sebagai pemukiman warga pada masa Kerajaan Ngurawan.

MADIUN, KOMPAS.com - Tim dari Balai Arkeologi DI Yogyakarta kembali menggelar penggalian di tempat yang mengandung benda purbakala ( ekskavasi) di situs Ngurawan di Dusun Ngrawan, Desa Dolopo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun.

Penggalian itu untuk mencari bukti bahwa di Kecamatan Dolopo ini dulunya merupakan kawasan Kerajaan Ngurawan atau Gelang-Gelang.

"Tujuan dari ekskavasi ini untuk mencari bukti di kawasan Kecamatan Dolopo ini dulunya merupakan kawasan Kerajaan Ngurawan atau Gelang-Gelang," kata Ketua Tim Penelitian Ngurawan Balai Arkeologi Yogyakarta, Rita Istari, kepada wartawan, Jumat (13/7/2018).

Baca juga: Memecahkan Misteri Situs Purbakala Liyangan di Lereng Gunung Sindoro

Untuk menggali situs itu, Rita membawa sepuluh orang ahli dibantu enam warga setempat. Mereka menggelar ekskavasi mulai 12 Juli hingga 25 Juli 2018.

Menurut Rita, ekskavasi yang dilakukan Balai Arkeologi di situs Ngurawan memasuki tahap kedua. Sebelumnya, tim ini juga melakukan penggalian tahap pertama pada September 2016 silam.

" Ekskavasi kali ini melanjutkan kegiatan yang sama pada tahun 2016. Pasalnya, penggalian untuk mencari bukti sejarah ini masih panjang," kata Rita.

Untuk lokasi pada ekskavasi tahap kedua berada di kawasan pekarangan rumah milik warga di Dusun Ngrawan bernama Gatot. Ada empat titik lokasi yang akan digali.

Baca juga: Penasaran, Warga Berbondong-bondong Datangi Temuan Situs Purbakala

Diduga, empat titik yang akan digali ini merupakan lokasi bersejarah saat masa kerajaan Ngurawan masih berdiri.

Rita menuturkan, pada ekskavasi tahun ini, tim mendatangkan ahli sejarah dan ahli bahasa yang bisa membaca prasasti dan tulisan kuno. Sebab, di situs Ngurawan terdapat banyak artefak atau prasasti yang terdapat tulisan kuno.

Penelitian ini ditargetkan akan berakhir pada Oktober 2018. Rencananya, hasil dari penelitian tentang Ngurawan ini akan dibuat dalam bentuk buku. 



Close Ads X