Wanita Ini Culik Bayi demi Menutupi Keguguran dan Takut Ditinggal Suami

Kompas.com - 13/07/2018, 21:49 WIB
Ilustrasi bayi baru lahir PixelistanbulIlustrasi bayi baru lahir

BANDUNG, KOMPAS.com - Satreskrim Polrestabes Bandung yang dibantu Polsek Sukasari berhasil menangkap pelaku penculikan anak berumur lima hari.

Adapun pelaku berinisial LM (23), warga Cipamokolan, Rancasari, Kota Bandung. Dia mengaku terpaksa menculik bayi dari pasangan Riki Buki (23) dan Siti Nurcahyati (23) lantaran ingin menutupi keguguran kandungannya dari suami dan keluarganya.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Hendro Pandowo menjelaskan, pihaknya berhasil mengungkap penculikan ini setelah melakukan olah tempat kejadian dan meminta keterangan saksi hingga akhirnya mendapatkan identifikasi pelaku.

Kurang dari 1x24 jam petugas berhasil mengamankan pelaku di kediamannya sekitar 20 meter tidak jauh dari rumah korban pada Jumat (13/7/2018) pagi. Bayi itu kini telah dikembalikan Hendro kepada ibu sang bayi, Siti Nurcahyati.

Menurut Hendro, tersangka LM ini kenal dengan korban Siti belum lama. Perkenalan itu dimulai saat Siti tengah memeriksakan kandungan di Puskesmas Cipamokolan. Sampai akhirnya bertukar nomor kontak dan berkomunikasi melalui pesan singkat WhatsApp.

Sampai suatu hari, setelah Siti melahirkan, tepatnya pada Kamis (12/7/2018), LM yang membawa tas kecil dan tas berukuran besar berisi baju bayi datang ke rumah korban di Jalan Rancacili, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, untuk membesuk Siti.

"Setelah ketemu keluarga ibu Siti dan melihat bayinya ternyata tersangka ini sudah punya rencana mengambil bayi," kata Hendro di Mapolsek Rancasari, Kota Bandung, Jumat (13/7/2018).

Baca juga: Bayi Berumur 5 Hari Diculik Wanita yang Baru Dikenal Ibunya

Namun lantaran saat itu ada orang tua bayi, tersangka mencari cara untuk menculik si bayi dengan berpura-pura lapar dan meminta Siti untuk membelikan semangkuk bakso.

"Saat ibu Siti beli bakso, bayi dibawa tersangka. Saat ibu Siti kembali ke rumahnya, korban tak melihat bayi dan tersangka," jelasnya.

Menurut Hendro, tersangka menculik bayi berumur lima hari itu dengan memasukkannya ke tas besar warna cokelat yang dibawa tersangka.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Regional
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

Regional
Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Regional
Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Regional
Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Regional
Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Regional
Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Regional
Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Regional
Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Regional
Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Regional
Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X