Gilang, Bayi Berwajah Dua Kerap Alami Sesak Nafas karena Dirawat di Rumah

Kompas.com - 13/07/2018, 16:20 WIB
Bayi laki-laki yang diberi nama Gilang Andika ini adalah putra pasangan Mustafa (32) dan Erlinasari (30) yang dilahirkan secara cesar atau operasi di Rumah Sakit (RS) Camatha Sahidya Muka Kuning. Tidak saja memiliki dua otak, Gilang Andika juga memiliki empat mata dan dua hidung. KOMPAS.COM/HADI MAULANABayi laki-laki yang diberi nama Gilang Andika ini adalah putra pasangan Mustafa (32) dan Erlinasari (30) yang dilahirkan secara cesar atau operasi di Rumah Sakit (RS) Camatha Sahidya Muka Kuning. Tidak saja memiliki dua otak, Gilang Andika juga memiliki empat mata dan dua hidung.

BATAM, KOMPAS.com - Gilang Andika, bayi laki-laki berwajah dua dengan otak terpisah yang lahir di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada tanggal 7 Mei 2018 lalu kerap mengalami sesak nafas.

Hal ini terjadi sejak putra ketiga pasangan Mustafa (32) dan Erlinasari (30) ini dipersilakan pulang dan dirawat di rumahnya di Rusunawa Pemda I Blok G lantai 3 Nomor 5 Muka Kuning, Batam. Bahkan setiap malam Gilang kerap menangis karena kegerahan.

"Dua hari sekali kami terus lakukan periksa ke RS Awal Bross, namun pemeriksaan itu hanya sebatas ganti selang yang selama ini dipergunakan untuk memasukan asupan makanan ke dalam mulut Gilang," kata Erlinasari, Jumat (13/7/2018).

Sejak dirawat di rumah, dari tanggal 13 Juni 2018 lalu berat badan Gilang terus menurun, karena setiap asupan makanan yang masuk ke mulutnya terkadang dimuntahkan kembali oleh Gilang.

Tidak itu saja, Gilag kerap menangis apabila merasakan panas atau kegerahan.

"Kami hanya punya kipas angin biasa, dan kipas angin itulah yang kami pergunakan agar Gilang tidak merasa kepanasan," ujar Erlinasari.

Baca juga: Cerita Gilang, Bayi Berwajah Dua yang Lahir di Batam

Tidak saja siang, malam hari pun Gilang kerap terbangun dan menangis akibat kegerahan.

"Hanya saja suara tangis Gilang tidak begitu besar, cuma melihat dirinya menangis terkadang saya merasa iba memlihatnya. Saya berharap ada donatur yang mau membantu perawatan Gilang agar bisa kembali dirawat di rumah sakit dan kembali dirawat di rumah setelah kondisi Gilang benar-benar sehat," harap Erlinasari.

"Saat ini kami berharap ada bantuan biaya agar cairan yang ada di bagian belakang kepala Gilang bisa segera diangkat," katanya menambahkan.

Akibat menggunakan selang, kini gilang belum bisa menyusu air susu ibu (ASI) dan saat ini hanya diberikan susu bayi dan sedikit vitamin yang diberikan dari rumah sakit.

Sementara itu, juru bicara RS Awal Bross Cyntihia yang dikonfirmasi terkait kondisi Gilang Andika kepada Kompas.com mengaku tidak bisa berbicara banyak. Sebab dokter anak yang menangani Gilang masih libur.

"Nanti saya usahkan tanya ke dokter anak yang lainnya ya mas, untuk keterangan medisnya. Yang jelas untuk bayi yang dempet kepala tersebut tidak bisa dilakukan operasi pemisahan karena mulai dari leher ke bawah organ tubuhnya satu," kata Cyntihia.

"Tapi nanti akan saya usahkan ada penjelasan medisnya dari dokter anak lainnya yang ada di RS Awal Bross," katanya menambahkan.

Menurutnya, kasus Gilang berbeda dengan yang dialami Rahma dan Rahmi. Mereka bisa dipisahkan karena bayi kembar siam.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

Regional
Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Regional
Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Oknum Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Kasus Narkoba di Medan

Regional
Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Buntut Kerumunan Acara Rizieq Shihab, Keterisian RS Covid-19 di Bogor Meningkat dan PSBB Diperpanjang

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 November 2020

Regional
Beri Kejutan Istri, Crazy Rich Surabaya Pasang Baliho Ucapan Ulang Tahun di Perempatan Jalan

Beri Kejutan Istri, Crazy Rich Surabaya Pasang Baliho Ucapan Ulang Tahun di Perempatan Jalan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 November 2020

Regional
Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Regional
Kisah Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai, Jatuh dari Tebing Setinggi 20 Meter Saat Cari Tanaman

Kisah Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai, Jatuh dari Tebing Setinggi 20 Meter Saat Cari Tanaman

Regional
Meski Bromo Zona Hijau, Satgas Tak Izinkan Jazz Gunung Digelar

Meski Bromo Zona Hijau, Satgas Tak Izinkan Jazz Gunung Digelar

Regional
Dokter RSUD RA Kartini Meninggal Dunia akibat Covid-19

Dokter RSUD RA Kartini Meninggal Dunia akibat Covid-19

Regional
Bayi yang Ditemukan Warga di Sawah Ternyata Dibuang Ibu Kandung

Bayi yang Ditemukan Warga di Sawah Ternyata Dibuang Ibu Kandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X