Oknum Polisi Diduga Terlibat Mengawal Puluhan Kayu Jati Curian

Kompas.com - 13/07/2018, 07:59 WIB
Kayu jati dengan ukuran panjang mencapai 4 meter atau 2,9 m3 berjumlah 24 batang diamankan di Mapolres Blora, Kamis (12/7/2018).‎KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO Kayu jati dengan ukuran panjang mencapai 4 meter atau 2,9 m3 berjumlah 24 batang diamankan di Mapolres Blora, Kamis (12/7/2018).‎

BLORA, KOMPAS.com - Seorang oknum anggota Polres Blora, Jawa Tengah diduga terlibat kasus pencurian kayu jati di wilayah kerja Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu, Blora.

Kasus illegal logging ini bermula saat jajaran petugas Perhutani KPH Cepu menghentikan laju truk bernopol K 1810 CE pada Selasa (10/7/2018) sekitar pukul 14.00 WIB.

Perhutani memeroleh laporan jika ada truk yang mengangkut kayu jati hasil pencurian sedang melintas di sekitar RPH Kedungprahu. 

Dalam pemeriksaan, petugas mencurigai legalitas dokumen puluhan kayu jati yang diangkut di dalam bak truk yang dikemudikan Eko Prasetyo (38), warga Kecamatan Jepon, Blora.

Baca juga: Viral, Video Pemilik Minimarket Berkaos Polisi Dorong Pelaku Pencurian

Karena tidak absah identitas kayu jati tersebut, petugas lantas berupaya mengamankan kayu jati dengan ukuran panjang mencapai 4 meter atau 2,9 m3 berjumlah 24 batang.

"Surat identitas kayu tidak sesuai dengan bukti fisik yang diangkut. Petugas lantas mengamankan sopir truk serta oknum anggota Polsek Bogorejo, Polres Blora berinisial R. Oknum polisi ini diduga melakukan pengawalan perjalanan truk dengan mengendarai sepeda motor," kata petugas Perhutani KPH Cepu yang enggan disebut namanya kepada Kompas.com, Kamis (12/7/2018).

Kapolres Blora AKBP Saptono membenarkan kasus pencurian kayu yang diduga melibatkan oknum anggota kepolisian.

Baca juga: Pesta Narkoba Bareng Wanita, Karyawan Bank dan Oknum Polisi Diamankan

Kasus pembalakan liar tersebut langsung diserahkan kepada Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Blora. Saat ini pihak Satreskrim Polres Blora masih mendalami kasus tersebut secara intensif.

"Memang benar ada anggota kami yang diduga terlibat mengawal perjalanan truk berisi kayu ilegal tersebut. Jika terbukti bersalah, kami tak akan segan memprosesnya sesuai koridor hukum. Pemeriksaan sementara kayu itu diduga kayu bongkaran rumah. Kami masih dalami kasus ini," kata AKBP Saptono.

Kompas TV Pelaku kini menjalani pemeriksaan psikologi di Polda Banten.



Terkini Lainnya

CPNS Mundur Setelah Lolos Seleksi, Alasannya Tempat Tugas Terlalu Jauh

CPNS Mundur Setelah Lolos Seleksi, Alasannya Tempat Tugas Terlalu Jauh

Regional
Lagi, Murid 'Bullying' Gurunya Sendiri di Jakarta

Lagi, Murid "Bullying" Gurunya Sendiri di Jakarta

Megapolitan
Pihak Ratna Sarumpaet Keberatan JPU Hadirkan Saksi Penyidik dari Polda Metro

Pihak Ratna Sarumpaet Keberatan JPU Hadirkan Saksi Penyidik dari Polda Metro

Megapolitan
Potensi Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno Dinilai Belum Dioptimalkan

Potensi Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno Dinilai Belum Dioptimalkan

Nasional
Ganjar Pranowo Pastikan UNBK Hari Pertama Berjalan Lancar

Ganjar Pranowo Pastikan UNBK Hari Pertama Berjalan Lancar

Regional
Kronologi Kecelakaan Maut di Jambi, 5 Pegawai Bank Tewas Terjebak di Mobil yang Terbakar

Kronologi Kecelakaan Maut di Jambi, 5 Pegawai Bank Tewas Terjebak di Mobil yang Terbakar

Regional
Pentagon Sepakat Kucurkan Dana Rp 14 Triliun untuk Bangun Tembok Perbatasan

Pentagon Sepakat Kucurkan Dana Rp 14 Triliun untuk Bangun Tembok Perbatasan

Internasional
Ketika Jokowi dan Prabowo Mengaku Kerap Dihina dan Difitnah...

Ketika Jokowi dan Prabowo Mengaku Kerap Dihina dan Difitnah...

Nasional
Masih Bingung Pilih Calon Pemimpin? Saksikan 'KandidatFest'!

Masih Bingung Pilih Calon Pemimpin? Saksikan "KandidatFest"!

Nasional
26 Maret 1885, Kremasi Dilegalkan di Inggris

26 Maret 1885, Kremasi Dilegalkan di Inggris

Internasional
Tak Laporkan Dana Kampanye, 4 Parpol di Ngada Flores Didiskualifikasi dari Pileg 2019

Tak Laporkan Dana Kampanye, 4 Parpol di Ngada Flores Didiskualifikasi dari Pileg 2019

Regional
Ini Tarif Baru Ojek Online di Sumatera, Jawa dan Bali Mulai Mei 2019

Ini Tarif Baru Ojek Online di Sumatera, Jawa dan Bali Mulai Mei 2019

Regional
Transjakarta ke Pondok Cabe dan UI Diminati Masyarakat, tapi Terkendala Macet

Transjakarta ke Pondok Cabe dan UI Diminati Masyarakat, tapi Terkendala Macet

Megapolitan
Ratna Sarumpaet Keluhkan Kondisi Tahanan Polda Metro Jaya

Ratna Sarumpaet Keluhkan Kondisi Tahanan Polda Metro Jaya

Megapolitan
Mulai April 2019, Alat Perekam Transaksi 'Online' Digunakan di Kepulauan Riau

Mulai April 2019, Alat Perekam Transaksi "Online" Digunakan di Kepulauan Riau

Nasional

Close Ads X