OTT Pungli Dana BOK: 6 Kepala Puskesmas Diamankan, 1 Pegawai Dinkes Kabur

Kompas.com - 12/07/2018, 23:09 WIB
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan DA memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (12/7/2018)KOMPAS.com/MEI LEANDHA Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan DA memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (12/7/2018)

MEDAN, KOMPAS.com - Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Labuhanbatu melakukan operasi tangkap tangan ( OTT) pada enam kepala Puskesmas dan satu pegadai Dinas Kesehatan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara pada Senin (9/7/2018) sore. 

Tim Saber Pungli mendapat informasi bahwa telah terjadi pemotongan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) periode Januari sampai Maret 2018 oleh Bendahara Dinas Kesehatan Labusel berinisial Si (34), warga Desa Asamjawa, Kecamatan Cikampak, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara. 

Pelaku memotong dana sebanyak 40 persen dari jumlah yang harusnya diterima masing-masing kepala puskesmas.

Baca juga: Diduga Lakukan Pungli Pendaftaran Siswa, Oknum Kepsek di Luwu Ditangkap


 

Saat OTT yang dilakukan Satgas Saber Pungli pada Senin (9/7/2018) sore, enam orang kepala Puskesmas sedang berada di ruangan Si di kantor Dinas Kesehatan Labusel di Jalan Sosopan, Kecamatan Kota Pinang. Mereka didapati sedang menerima dana BOK yang tidak sesuai lagi jumlahnya.

"Bendahara atasnama Si saat penindakan itu, langsung kabur lewat jendela. Kami sudah himbau untuk menyerahkan diri, namun sampai hari ini belum hadir juga sehingga masuk dalam pencaharian tim," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan DA, Kamis (12/7/2018).

Keenam kepala Puskesmas yang diamankan, lanjut Tatan, saat ini dibawa ke Polres Labuhanbatu untuk dimintai keterangannya sebagi saksi.

Mereka berinisial S (48), Kepala Puskesmas Aek Goti, Aek Mahuam Ulu Mahuam, ES (38), Kepala Puskesmas Tanjungmedan, Kelurahan Tanjungmedan, dan JA (34), Kepala Puskesmas Mampang, Kota Pinang.

Baca juga: Kutip Pungli Tempat Wisata di Karawang, Enam Orang Ditangkap

Kemudian, NA (31), Bendahara Puskesmas Aek Goti, Desa Rintis, Kecamatan Silangkitang, YH (43), Kepala Puskesmas Langgapayung, Desa Hutagodang, serta EE (52), Kepala Puskesmas Ulumahuam, Desa Aek Goti.

"Barang bukti yang disita berupa uang tunai Rp 54 juta lebih diamankan dari tas bendahara Puskesmas Aek Goti, Rp 35 juta dari kepala Puskesmas Tanjungmedan dan Rp 34 juta lebih dari kepala Puskesmas Mampang.

"Kita juga mengamankan dokumen pertanggungjawaban dana BOK dan daftar penerimaan transport kegiatan BOK Puskesmas atau DAK non fisik 2018 mulai Januari sampai Maret 2018," beber Tatan.

Kompas TV Sebelumnya, masyarakat sembat dihebohkan dengan video pungli yang dilakukan sekelompok pemuda di depan Mall Thamrin City, Jakarta Pusat.




Terkini Lainnya


Close Ads X