Polisi Sebut Tak Ada Penyerangan Udara Tapi Baku Tembak dengan KKB - Kompas.com

Polisi Sebut Tak Ada Penyerangan Udara Tapi Baku Tembak dengan KKB

Kompas.com - 12/07/2018, 22:21 WIB
Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM KamalKOMPAS.com/Irsul Panca Aditra Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal

TIMIKA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal membantah adanya penyerangan lewat udara dari TNI-Polri terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB), di Kampung Aluguru, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Rabu (11/7/2018).

Kata Kamal, yang terjadi hanyalah baku tembak antara personel Brimob dengan KKB.

Kamal menjelaskan, sebelum baku tembak terjadi, sekitar pukul 11.17 WIT helikopter milik Polri yang hendak membawa bahan makanan kepada personel di beberapa pos di Kampung Aluguru ditembak kelompok tersebut.

Akibatnya, helikopter tidak dapat mendarat dan memutuskan untuk kembali ke pos polisi yang berada di Distrik Keyam.

Sebab saat itu langsung terjadi baku tembak antara pasukan Brimob dan KKB.

Baca juga: Sempat Hilang Pasca-Penembakan KKB, Satu Polisi Dinyatakan Gugur

"Dikarenakan situasi tidak memungkinkan helikopter Polri kembali ke Pos Pol Nduga," kata Kamal dalam rilisnya, Kamis (12/7/2018) .

Sekitar pukul 16.00 WIT helikopter tersebut kembali diterbangkan untuk mengirimkan bahan makanan, namun kembali ditembaki, sehingga terjadi baku tembak antara personel Brimob dengan KKB.

"Helikopter Polri kembali ke Pos Pol Nduga dan tiba dalam keadaan selamat, kontak tembak masih terjadi hingga pukul 17.00 WIT," katanya.

Kamal memastikan tidak ada penembakan dari helikopter kepada kelompok tersebut, apalagi hingga pengeboman.

"Peristiwa kemarin tidak ada penembakan dari helikopter kepada Kelompok Kriminal Bersenjata, apalagi pengeboman," tegasnya.

Keberadaan helikopter Polri di Kabupaten Nduga, menurut Kamal, untuk membawa bahan makanan dan melakukan evakuasi.

Baca juga: Tangis Histeris Keluarga Sambut Jenazah Suami-Istri Korban Penembakan KKB di Papua

 

Seperti evakuasi korban penembakan personel Brimob pada 6 Juli lalu.

Sedangkan keberadaan aparat kepolisian di Kabupaten Nduga, untuk menegakan hukum terhadap para pelaku kriminalitas, baik terhadap anggota Polri dan masyarakat sipil sejak Juni lalu.

"Diinformasikan ada beberapa KKB di Kabupaten Nduga. Salah satunya di pimpin Egianus yang mana kemarin sempat bergabung dengan kelompok lainnya yang berada di belakang SD Kampung Alguru saat terjadi kontak tembak," jelasnya.

Terkait beredarnya isu pemboman di Kampung Aluguru yang beredar di media sosial, Kamal menegaskan hal itu tidak benar alias hoaks. Karena peristiwa tersebut merupakan kebakaran hutan di Provinsi Kalimantan Tengah.

"Hari ini situasi di Kabupaten Nduga dalam keadaan aman dan kondusif," pungkasnya.

Kompas TV Tersangka pernah melakukan penyerangan dan pembunuhan terhadap 6 anggota brimob dan TNI di daerah Puncak Jaya.

 


Komentar
Close Ads X