Berita Populer: Ritual Rizky yang Dipatuk King Kobra hingga Ancaman Pecah Kongsi PKS-Gerindra - Kompas.com

Berita Populer: Ritual Rizky yang Dipatuk King Kobra hingga Ancaman Pecah Kongsi PKS-Gerindra

Kompas.com - 12/07/2018, 06:59 WIB
Foto Rizky sedang bermain dengan ular king cobra saat Car Free Day (CFD) di Bundaran Besar Palangkaraya, Minggu (8/7/2018).Handout/Rizky Ahmad Foto Rizky sedang bermain dengan ular king cobra saat Car Free Day (CFD) di Bundaran Besar Palangkaraya, Minggu (8/7/2018).

1. Keluarga Yakin Rizky Belum Meninggal karena King Kobra, Tubuhnya Diletakkan di Halaman Rumah

Keluarga masih yakin bahwa Rizky (17) yang telah dinyatakan meninggal dunia secara medis setelah dipatuk ular king kobra peliharaannya masih hidup.

Oleh karena itu, sejak dibawa pulang dari rumah sakit, tubuh Rizky belum juga dimakamkan. Keluarga melakukan ritual khusus untuk menyembuhkannya.

Suwardi, ayah Rizky, menuturkan, keluarga tidak langsung percaya bahwa Rizky telah tiada lantaran bagian tubuh Rizky masih terasa hangat dan tidak kaku seperti orang yang telah meninggal pada umumnya.

“Walau sudah memasuki hari kedua, kami tetap yakin bahwa anak kami belum meninggal karena badannya masih hangat dan berkeringat. Kami masih upayakan untuk melakukan ritual agar anak kami bisa sembuh dan pulih seperti biasa,” kata Suwardi saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Selasa.

Baca selengkapnya: Keluarga Yakin Rizky Belum Meninggal karena King Kobra, Tubuhnya Diletakkan di Halaman Rumah

Baca juga: 
Rizky Tewas Dipatuk Ular King Kobra yang Ditolongnya Saat Banjir
Keluarga Tak Percaya Rizky Tewas Dipatuk King Kobra, Jenazah Tak Dimakamkan

 

2.  PKS Ancam Pecah Kongsi dengan Gerindra jika Tak Dapat Posisi Cawapres

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, berfoto bersama warga usai menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2018 di TPS 17, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu (27/06/2018). Pilkada serentak kali ini diikuti 17 provinsi, 115 kabupaten dan 39 kota.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, berfoto bersama warga usai menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2018 di TPS 17, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu (27/06/2018). Pilkada serentak kali ini diikuti 17 provinsi, 115 kabupaten dan 39 kota.
Anggota Majelis Syuro PKS, Tifatul Sembiring, menyatakan, partainya lebih memilih pecah kongsi dengan Partai Gerindra jika kadernya tak ada yang dipilih menjadi calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto.

Ia mengatakan, saat ini memang banyak partai yang menghendaki kadernya menjadi cawapres pendamping Ketua Umum Gerindra itu.

Di antaranya ialah PAN yang menyodorkan Ketua Umum Zulkifli Hasan dan Demokrat yang mengusulkan Agus Harimurti Yudhoyono.

"Itu enggak bisa ditawar. Cawapres harus dari PKS. Kami enggak mau jadi penggembira saja dalam pilpres ini. Kalau kami disuruh dukung-dukung saja, mungkin enggak? Mungkin kami lebih baik jalan masing-masing saja," kata Tifatul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Karena itu, PKS membuka opsi berkoalisi dengan partai lainnya, seperti Demokrat, untuk meloloskan opsi cawapres dari partainya.

Apalagi, kata Tifatul, Pemilu 2019 berlangsung serentak antara pilpres dan pileg sehingga dibutuhkan kader partai sebagai capres atau cawapres untuk meningkatkan keterpilihan partai di legislatif.

Baca selengkapnya: PKS Ancam Pecah Kongsi dengan Gerindra jika Tak Dapat Posisi Cawapres

Baca juga: Gerindra: Kalau Ingin Calonkan Anies-Aher, Silakan Cari Parpol Pengusung

 

3. Lihat Warga Ajukan SKTM Pakai Motor 250 Cc, Priyanto Lapor Polisi

Priyanto Muda Prasetya (45), warga Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah menunjukkan berkas pelaporan dugaan kecurangan penerbitan SKTM, Selasa (10/7/2018).‎KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO Priyanto Muda Prasetya (45), warga Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah menunjukkan berkas pelaporan dugaan kecurangan penerbitan SKTM, Selasa (10/7/2018).‎
Priyanto Muda Prasetya (45), warga Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menduga ada yang tidak beres dalam penerbitan surat keterangan tidak mampu (SKTM) untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Merasa geram, Priyanto pun lantas melaporkan kasus dugaan pemalsuan dan penyalahgunaan SKTM itu ke Kepolisian Resor Blora.

"Kemarin saya melaporkan kasus dugaan pemalsuan dan penyalahgunaan SKTM ke Polres Blora," kata Priyanto kepada Kompas.com, Selasa (10/7/2018).

Dijelaskan Priyanto, kecurigaannya bermula ketika putranya, Gilang Wardana, mengikuti proses seleksi masuk PPDB di SMKN 1 Blora. Saat itu, Priyanto tidak menyertakan SKTM karena kondisi perekonomian yang berkecukupan.

Awalnya, anaknya itu dinilai bakalan lolos diterima menjadi siswa SMKN 1 Blora lantaran semua persyaratan, termasuk nilai akhir, dianggapnya sudah masuk kriteria.

"Namun, di hari berikutnya, anak saya tiba-tiba berada di urutan terbawah. Nilai akhir anak saya padahal 20, kalah dengan pendaftar yang menyertakan SKTM. Meski nilai 17 dan 18, tapi jika menggunakan SKTM peringkatnya berada di atas anak saya. Saya kemudian cabut pendaftaran anak saya dan pindahkan ke ponpes. Susah daftar di sekolah negeri," kata Priyanto yang berprofesi sebagai kontraktor ini.

Menurut Priyanto, nyaris 100 persen pendaftar di SMKN 1 Blora dari hari ke hari menyertakan SKTM. Dari kondisi itulah, Priyanto mengaku mulai merasakan ada sesuatu yang janggal.

Baca selengkapnya: Lihat Warga Ajukan SKTM Pakai Motor 250 Cc, Priyanto Lapor Polisi

Baca juga: Ganjar: Kalau Menipu Pakai SKTM Bisa Pidana Lho...

 

4. Luhut: 22 Tahun di Kopassus, Enggak Akan Saya Lacurkan...

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Pelabuhan Tigaras, Simalungun, Senin (2/7/2018)Dok humas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Pelabuhan Tigaras, Simalungun, Senin (2/7/2018)
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengambil sikap pasang badan untuk Presiden Jokowi. Sebab, ia merasa Presiden Jokwi terus-terusan diserang dengan kritik tak berdasar mulai dari tenaga kerja asing (TKA) hingga utang pemerintah.

"Saya ini perwira 22 tahun di Kopasus, kami di daerah operasi Timtim, saya pertaruhkan semua," ujarnya di acara Sarasehan Nasional: Belajar dari Resolusi Konflik dan Damai Maluku, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

"Masa saya bohongi anak buah saya yang sudah gugur-gugur itu, enggak lah. Umur saya 71 tahun, enggak akan saya lacurkan profesional saya, saya akan pertaruhkan," sambung dia.

Mantan Komandan Satgas Tempur Khusus Kopassus itu mengaku memiliki data valid seputar jumlah TKA hingga utang pemerintah.

Oleh karena itu, ia menyatakan tak main-main menantang orang-orang yang mengkritik Presiden Jokowi mulai soal TKA hingga utang pemerintah.

Baca selengkapnya: Luhut: 22 Tahun di Kopassus, Enggak Akan Saya Lacurkan...

Baca juga: Kritik Amien Rais untuk Jokowi, dari Kondisi Ekonomi hingga Demokrasi

 

5. Wajah Penyelam Pahlawan yang Selamatkan Tim Sepak Bola Remaja dari Goa

Sekelompok penyelam asing dan tentara AS berkumpul di area goa Tham Luang di distrik Mae Sai, provinsi  Chiang Rai, Thailand, pada Jumat (6/7/2018). (AFP/Lillian Suwanrumpha) Sekelompok penyelam asing dan tentara AS berkumpul di area goa Tham Luang di distrik Mae Sai, provinsi Chiang Rai, Thailand, pada Jumat (6/7/2018). (AFP/Lillian Suwanrumpha)
Para penyelam turut dalam upaya penyelamatan 12 remaja dan pelatih mereka yang tergabung dalam tim sepak bola dari gua di Thailand, berasal dari berbagai negara.

Sedemikian beragamnya asal para penyelam, operasi itu disebut berskala global meski Angkatan Laut Thailand juga turut andil.

Identitas orang-orang yang terlibat belum banyak tersebar, mengingat hanya sedikit di antara mereka yang mau berbicara.

Siapa saja mereka? Simak selengkapnya di Wajah Penyelam Pahlawan yang Selamatkan Tim Sepak Bola Remaja dari Goa

 

 

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

Lagi, Seorang Wanita Jadi Korban Penipuan Modus Hipnotis Raja Minyak

Lagi, Seorang Wanita Jadi Korban Penipuan Modus Hipnotis Raja Minyak

Megapolitan
Menurut Boediono, Rapat di Istana Tak Pernah Setujui Penghapusan Utang Sjamsul Nursalim

Menurut Boediono, Rapat di Istana Tak Pernah Setujui Penghapusan Utang Sjamsul Nursalim

Nasional
Kasus Mayat Perempuan Dalam Karung, Keluarga Tidak Tahu Supartini Hamil

Kasus Mayat Perempuan Dalam Karung, Keluarga Tidak Tahu Supartini Hamil

Regional
Banyak Artis Jadi Caleg, KPU Serahkan ke Pemilih untuk Menilai

Banyak Artis Jadi Caleg, KPU Serahkan ke Pemilih untuk Menilai

Nasional
Gerindra Pastikan Prabowo Tetap Bertemu SBY Sebelum Pendaftaran Capres-Cawapres

Gerindra Pastikan Prabowo Tetap Bertemu SBY Sebelum Pendaftaran Capres-Cawapres

Nasional
789 Bidang Tanah di Pasar Gembrong Terkena Imbas Proyek Tol Becakayu

789 Bidang Tanah di Pasar Gembrong Terkena Imbas Proyek Tol Becakayu

Megapolitan
Kardus Isi Jam Dinding Dikira Bom Tergeletak di Jalan, Warga Geger

Kardus Isi Jam Dinding Dikira Bom Tergeletak di Jalan, Warga Geger

Regional
Golkar Sulit Coret Dua Caleg Mantan Koruptor, Ini Alasannya

Golkar Sulit Coret Dua Caleg Mantan Koruptor, Ini Alasannya

Nasional
Dari Tampomas hingga Abeto, Kapal Laut yang Pernah Angkut Jemaah Haji Indonesia ke Jeddah

Dari Tampomas hingga Abeto, Kapal Laut yang Pernah Angkut Jemaah Haji Indonesia ke Jeddah

Nasional
Densus 88 Tangkap 7 Orang Terduga Teroris di Banyuasin

Densus 88 Tangkap 7 Orang Terduga Teroris di Banyuasin

Regional
Usung Caleg Mantan Koruptor, Kaderisasi Parpol Dinilai Mandek

Usung Caleg Mantan Koruptor, Kaderisasi Parpol Dinilai Mandek

Nasional
Terduga Mata-mata Rusia Tawarkan Seks demi Masuk Organisasi Penting AS

Terduga Mata-mata Rusia Tawarkan Seks demi Masuk Organisasi Penting AS

Internasional
Kota Pertama 'Torch Relay' Asian Games 2018, Yogyakarta Terbukti Aman

Kota Pertama "Torch Relay" Asian Games 2018, Yogyakarta Terbukti Aman

Regional
KPU Diminta Tak Ragu Coret Caleg Mantan Koruptor

KPU Diminta Tak Ragu Coret Caleg Mantan Koruptor

Nasional
Mardani Ali Sera Ada di Luar Kota Saat Pelemparan Bom Molotov di Rumahnya

Mardani Ali Sera Ada di Luar Kota Saat Pelemparan Bom Molotov di Rumahnya

Megapolitan

Close Ads X