Polisi Bersenjata Lengkap Geledah Rumah Kontrakan Pedagang Bakso Tusuk di Sleman - Kompas.com

Polisi Bersenjata Lengkap Geledah Rumah Kontrakan Pedagang Bakso Tusuk di Sleman

Kompas.com - 11/07/2018, 15:38 WIB
Rumah kontrakan di  Rt 05/Rw 35 Bedingin, Wetan Sumberadi, Mlati, Sleman yang ditinggali SFH, istri dan anaknya dipasangi garis polisi, Rabu (11/7/2018)KOMPAS.com / Wijaya Kusuma Rumah kontrakan di Rt 05/Rw 35 Bedingin, Wetan Sumberadi, Mlati, Sleman yang ditinggali SFH, istri dan anaknya dipasangi garis polisi, Rabu (11/7/2018)

YOGYAKARTA, KOMPAS.comPolisi menggunakan sebo (penutup wajah) dan bersenjata lengkap pada Rabu (11/07/2018) pagi mendatangi dan mengeledah salah satu rumah kontrakan di RT 005 RW 035 Bedingin, Wetan Sumberadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta.

Rumah kontrakan ini dihuni SFH (45) beserta istri dan anaknya.  Aksi polisi ini membuat kaget tetangga sekitar rumah kontrakan tersebut. 

"Ya kaget, ada polisi yang datang ke sini. Tadi dari kepolisian datang ke sini sekitar pukul 10.00 WIB," ujar Ridwan Dwi Utomo (22), tetangga kontrakan SFH, saat ditemui Kompas.com, Rabu (11/7/2018)

Ridwan menuturkan, anggota polisi yang datang lebih dari 10 orang. Mereka ada yang berjaga di luar kontrakan dan ada yang masuk ke dalam.

Baca juga: Ayah Korban Ledakan Bom Pasuruan Memilih Melarikan Diri Ketimbang Urus Anaknya

Menurutnya, anggota polisi yang datang berpakaian preman dengan mengenakan rompi antipeluru. Selain itu, mereka juga mengenakan sabo penutup wajah.

"Kalau tidak salah dari Densus 88. Saya tadi sempat keluar kontrakan, terus dipanggil dan ditanya ada keperluan apa, kalau tidak ada keperluan silakan masuk rumah lagi dan jangan mendekat," urainya.

Menurut Ridwan, rumah kontrakan yang didatangi polisi berada tepat disebelah timur kontrakan yang ditinggalinya. Rumah kontrakan tersebut ditinggali SFH (45) beserta istri dan ketiga anaknya.

"Yang di dalam istri dan anaknya, satu masih berusia TK dan dua balita. Tadi polisi masuk ke dalam, terus keluar membawa barang-barang, mobil, sepeda motor, dan memasang garis polisi," ujarnya.

Baca juga: Densus 88 Antiteror Geledah Rumah Terduga Teroris di Karanganyar

"Saya tidak tahu siapa saja yang dibawa, tapi sekarang rumah kontrakan sepi tidak ada siapa-siapa," imbuhnya.

Menurutnya, selama tinggal di kontrakan SFH dan keluarganya tidak menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan. Mereka tidak tertutup dan bergaul dengan warga masyarakat sekitar.

"Kesehariannya biasa saja, ya dengan masyarakat juga membaur, aktif di masjid. Sehari-hari jualan bakso tusuk dan martabak, tapi tidak kenal dekat karena saya belum lama ke sini," ungkapnya.

Sementara itu, Imah (40), istri pemilik rumah kontrakan, mengatakan, SFH tinggal di rumah kontrakan miliknya sudah sejak 5 bulan lalu.

"Saya tidak tahu, soalnya tadi di pasar. Kesehariannya biasa saja," ujarnya.

Densus 88

Sementara itu, Kapolres Sleman AKBP Muhammad Firman Lukmanul Hakim saat dikonfirmasi mengatakan, penanganan penggeledahan langsung dilakukan oleh Densus 88 Mabes Polri.

Baca juga: 3 Orang Terduga Teroris Diciduk Densus 88 di Gorontalo

"Saya tidak tahu apa-apa. Itu yang turun langsung dari Densus Mabes Polri," urainya.

Dari pengamatan Kompas.com, rumah kontrakan di RT 005 RW 035 Bedingin, Wetan Sumberadi, Mlati, Sleman, terpasang garis polisi.

Situasi rumah kontrakan terlihat sepi dan tidak ada anggota polisi yang berjaga. Gerobak untuk berjualan bakso tusuk tampak terparkir di depan rumah kontrakan. 


Komentar
Close Ads X