Soal Polemik Zonasi PPDB, Ini Kata Ridwan Kamil

Kompas.com - 11/07/2018, 15:27 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui wartawan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Senin (2/7/2018) KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIWali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui wartawan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Senin (2/7/2018)

BANDUNG, KOMPAS.com - Kebijakan pemerintah pusat yang memberlakukan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) terus menuai polemik di sejumlah daerah.

Gelombang protes dari orang tua siswa yang terdampak aturan itu pun terjadi di Kota Bandung. Menyikapi hal itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan problem itu menjadi bukti terbatasnya fasilitas sekolah negeri di daerah.

"Jadi PPDB ini jangan dibilang tiap tahun pasti akan begini terus. Selalu terjadi apa yang namanya ketidakpuasan bagi mereka yang tidak mendapat fasilitasi dari kebijakan. Tapi intinya inilah PR besar negara bahwa sekolah negeri memang terbatas. Semua berlomba-lomba ingin masuk sekolah negeri, sementara jumlah terbatas," ujar Ridwan Kamil, Rabu (11/7/2018).

Baca juga: Ada Masalah SKTM Palsu, Pengumuman Seleksi PPDB SMA Terganggu

Meski demikian, kata Ridwan, Pemkot Bandung terus berupaya mencari solusi. Salah satunya menghilangkan imej sekolah favorit dengan melakukan pemerataan kualitas tenaga pendidik.

"Untuk itu tugas kita memeratakan kualitas sehingga tidak ada lagi istilah sekolah favorit. Polemik ini masih terjadi karena ada persepsi yaitu sekolah favorit. Padahal kita sudah merotasi guru terbaik se-Bandung merotasi kepala sekolah yang teladan dan se-Bandung," tuturnya.

Pria yang akrab disapa Emil itu sempat mengunggah cerita putrinya di akun Instagram pribadinya yang akhirnya masuk sekolah swasta lantaran kebijakan baru itu.

Emil menuturkan, dimensi pendidikan itu tak semata masalah kepintaran, namun mesti mengandung rasa keadilan.

"Apa itu keadilan yang tidak mampu harus difasilitasi, mereka yang berprestasi nonakademik harus difasilitasi dan sebagainya. Kan kita ada program subsidi bagi warga tidak mampu. Tapi kalau orang kaya ke swasta minta subsidi di mana rasa keadilannya. Tapi orang tidak mampu itu kita biayai di negeri dan di swasta. Itu dari tahun lalu ada," jelasnya. 

Baca juga: Dilema Kades Hadapi Keluarga yang Mendadak Miskin di Musim PPDB

Kompas TV Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Kota Bandung menangapi protes orang tua siswa.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Balita Tewas Terbakar Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Kendaraan dan Orangtua Dinilai Lalai

2 Balita Tewas Terbakar Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Kendaraan dan Orangtua Dinilai Lalai

Regional
Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Regional
Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi 'New Normal' di Jabar Selama 14 Hari

Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi "New Normal" di Jabar Selama 14 Hari

Regional
2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

Regional
UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

Regional
Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

Regional
Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Regional
'Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah'

"Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah"

Regional
14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

Regional
Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Regional
Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Regional
Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Regional
Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Regional
Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X