Karantina Batam Kembali Temukan Ikan Aligator di Lokasi Penangkaran

Kompas.com - 11/07/2018, 14:15 WIB
Kepala UPT Stasiun Karantina Ikan Batam Agung Sila saat melihat kolam yang didalamnya terdapat ikan arapaima dan ikan aligator, yang merupakan ikan berbahaya dan ikan yang dilarang untuk dirawat, dipilhara, diperjual belikan hingga dilepasliarkan, Rabu (11/7/2018) KOMPAS.com/ HADI MAULANAKepala UPT Stasiun Karantina Ikan Batam Agung Sila saat melihat kolam yang didalamnya terdapat ikan arapaima dan ikan aligator, yang merupakan ikan berbahaya dan ikan yang dilarang untuk dirawat, dipilhara, diperjual belikan hingga dilepasliarkan, Rabu (11/7/2018)

BATAM, KOMPAS.com - UPT Stasiun Karantina Ikan Batam kembali menemukan keberadaan ikan berbahaya jenis ikan aligator di salah satu penangkaran di kawasan Pasar Mitra Raya, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Penemuan tersebut setelah UPT Stasiun  Karantina Ikan Batam melakukan penelusuran di berbagai titik di Kota Batam, Kepri. 

Kepala UPT Stasiun Karantina Ikan Batam Agung Sila kepada Kompas.com mengatakan dari temuan tersebut sudah diberikan sosialiasi dan berharap agar ikan berbahaya tersebut bisa diserahkan ke UPT Stasiun Karantina Ikan Batam.

Selain ikan aligator tersebut sangat berbahaya, keberadaan ikan ini juga dilarang untuk dirawat, dipasarkan, hingga dilepasliarkan.


Baca juga: Pemilik Arapaima Beri Keterangan Palsu soal Jumlah Ikan yang Dilepas

"Ada dua ekor jenis aligator ukuran 1,3 meter, dan ikan itu merupakan bibitan atau indukan yang sedang dikembangbiakan," kata agung, Rabu (11/7/2018).

Dengan temuan ini, UPT Stasiun Karantina Ikan Batam mencatat ada tiga titik temuan yang memiliki dan memelihara ikan berbahaya tersebut yang keberadaannya dilarang untuk dirawat, dipasarkan, hingga dilepasliarkan.

"Ke depan penelusuran akan terus kami lakukan hingga 30 Juli 2018 dan kami berharap agar ada peran aktif dari masyarakat, apabila ada yang menemukan dan tahu kebradaan ikan berbahaya ini, bisa melapotkannya ke kami," ujar Agung.

Lebih jauh Agung menambahkan dirinya juga membuka posko pengaduan terhadap keberadaan ikan berbahaya ini di kantor UPT Stasiun Karantina Ikan Batam yang berada di Batam Centre.

Baca juga: Ikan Aligator Ditemukan Dijual Bebas di Palembang

"Jika ada warga yang melihat dan mengetahui keberadaan ikan Arapaima, ikan aligator, ikan piranha dan ikan sapu-sapu yang jenis buas bisa segera melaporkan infirmasi ini ke posko pengaduan kami," kata Agung.

Sebagaimana diketahui, jenis-jenis ikan predator tersebut dilarang dirawat, dipasarkan, hingga dilepasliarkan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia, yakni UU 31 tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan UU 45 tahun 2009 tentang perikanan dan Permen Kelautan dan Perikanan No.41 tahun 2014.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Rumah Warga di Minahasa Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

9 Rumah Warga di Minahasa Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Regional
Zaenal Tewas Dianiaya Polisi, Keluarga: Dia Juga Tidak Berdaya

Zaenal Tewas Dianiaya Polisi, Keluarga: Dia Juga Tidak Berdaya

Regional
Rekonstruksi Kasus Tewasnya Zaenal karena Dianiaya Polisi: 29 Adegan, Dipukul Traffic Corn

Rekonstruksi Kasus Tewasnya Zaenal karena Dianiaya Polisi: 29 Adegan, Dipukul Traffic Corn

Regional
Pengolahan Aspal Banyumas Diminta Ditutup karena Sebabkan Polusi, Pemilik: Terlalu Berlebihan

Pengolahan Aspal Banyumas Diminta Ditutup karena Sebabkan Polusi, Pemilik: Terlalu Berlebihan

Regional
Diduga Tipu Keluarga Sendiri, Dosen PTN di Sumbar Ditangkap

Diduga Tipu Keluarga Sendiri, Dosen PTN di Sumbar Ditangkap

Regional
4 Tahanan Narkoba Polresta Malang Kabur, Kapolresta: Kalau Ada Kelalaian Akan Diproses

4 Tahanan Narkoba Polresta Malang Kabur, Kapolresta: Kalau Ada Kelalaian Akan Diproses

Regional
Iming-iming Uang Rp 4.000, Kakek di Brebes Cabuli 8 Anak di Bawah Umur

Iming-iming Uang Rp 4.000, Kakek di Brebes Cabuli 8 Anak di Bawah Umur

Regional
Gubernur Ridwan Kamil Akan Desain Stasiun Al Jabbar

Gubernur Ridwan Kamil Akan Desain Stasiun Al Jabbar

Regional
Jelang Natal dan Tahun Baru, BPOM Purwokerto Temukan Makanan Tak Layak Edar

Jelang Natal dan Tahun Baru, BPOM Purwokerto Temukan Makanan Tak Layak Edar

Regional
Asyik Ngopi, Mahasiswa di Kediri Tewas Tertimpa Pohon

Asyik Ngopi, Mahasiswa di Kediri Tewas Tertimpa Pohon

Regional
Polisi Gadungan Peras Para Wanita Lewat Video Bugil, Korbannya Gadis hingga Wanita 50 Tahun

Polisi Gadungan Peras Para Wanita Lewat Video Bugil, Korbannya Gadis hingga Wanita 50 Tahun

Regional
Polisi Cek Legalitas Mobil Lamborghini yang Terbakar di Surabaya

Polisi Cek Legalitas Mobil Lamborghini yang Terbakar di Surabaya

Regional
Kronologi Penemuan Jasad Wanita Tanpa Busana Mengambang di Sungai

Kronologi Penemuan Jasad Wanita Tanpa Busana Mengambang di Sungai

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Bangkalan, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Roboh

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Bangkalan, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Roboh

Regional
Mari Bantu Dimas, Bocah 12 Tahun yang Lahir Prematur, Alami Gangguan Saraf Punggung dan Sang Ibu Meninggal karena Serviks

Mari Bantu Dimas, Bocah 12 Tahun yang Lahir Prematur, Alami Gangguan Saraf Punggung dan Sang Ibu Meninggal karena Serviks

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X