Mahfud MD: Saya Serahkan kepada Presiden Jokowi dan Partai Politik... - Kompas.com

Mahfud MD: Saya Serahkan kepada Presiden Jokowi dan Partai Politik...

Kompas.com - 11/07/2018, 10:09 WIB
Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD menyebut bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semestinya harus segera menahan Ketua DPR RI Setya Novanto. Hal itu diungkapkan Mahfud saat ditemui di Aula Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat malam (10/11/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD menyebut bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semestinya harus segera menahan Ketua DPR RI Setya Novanto. Hal itu diungkapkan Mahfud saat ditemui di Aula Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat malam (10/11/2017).

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com Mahfud MD enggan berkomentar banyak mengenai kesiapannya mendampingi Joko Widodo dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

"Saya serahkan kepada Presiden Jokowi dan partai politik," katanya di Kedai Kopi Kok Tong, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Selasa.

Baca juga: Mendusta dengan SKTM Palsu demi Sekolah Anak (1)

Menurut mantan Ketua MK itu, dia tidak berkapasitas untuk berkomentar dan urun bicara mengenai usulan dirinya untuk menjadi calon wakil presiden Jokowi.

"Konstitusinya begitu, jadi saya pasif di situ," kata Mahfud MD.

Meski demikian, Mahfud menegaskan, sebagai bagian dari Eksponen 98, dia memiliki hubungan batin dan empati dengan yang lainnya.

Baca juga: Viral, Foto Spanduk Prabowo Salah Cetak Bergeraklah Merebut Kenangan

Saat itu, Mahfud bergerak dari Kota Yogyakarta dan Jawa Tengah lalu bertemu dalam wadah Eksponen Reformasi 98.

Jadi, menurut dia, usulan itu merupakan hak Eksponen 98 dan sifatnya tidak monolitik. Adanya perbedaan, lanjut Mahfud, merupakan contoh bagus di era demokrasi.

"Namun, ketika sudah diputus, semuanya harus bersatu, itu namanya demokrasi," katanya.

Baca juga: Cerita Pemilik 5 Ekor Ikan Arapaima, Biaya Rp 200.000 Per Hari hingga Didatangi Polisi

Mahfud datang ke Pematangsiantar untuk hadir sebagai pembicara seminar Nasional "Menolak Paham Radikalisme dan Anarkisme" yang diselenggarakan Universitas Simalungun.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X