Ganjar: Kalau Menipu Pakai SKTM Bisa Pidana Lho...

Kompas.com - 10/07/2018, 18:46 WIB
Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyampaikan pernyataan dan sikapnya terkait tuduhan menerima uang dari proyek E KTP usai berkampanye di beberapa wilayah Soloraya di Kota Solo, Kamis (22/3/2018) . KOMPAS.com/Muhlis Al AlawiCalon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyampaikan pernyataan dan sikapnya terkait tuduhan menerima uang dari proyek E KTP usai berkampanye di beberapa wilayah Soloraya di Kota Solo, Kamis (22/3/2018) .

MAGELANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan akan mengevaluasi penggunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) pada Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) tahun ajaran 2018/2019.

Evaluasi ini penting supaya penyalahgunaan SKTM tidak terulang pada PPDB tahun depan.

"Setelah ini saya akan menghadap Bapak Menteri (Mendikbud), memberikan catatan-catatan untuk perbaikan tahun depan," ujar Ganjar usai membuka program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-102 di Lapangan Bandongan, Kabupaten Magelang, Selasa (10/7/2018).

Baca juga: Ganjar: Soal SKTM, Orangtua Jangan Ngapusi...

Ganjar menyebutkan, tahun ini telah mendiskualifikasi lebih dari 30.000 SKTM yang ditemukan di SMA/SMK di Jawa Tengah. Dia menyebutkan fenomena ini sebagai demoralisasi yang harus ditindak tegas.

"Tahun kemarin untuk PPBD online kita sudah mencoret 168.000 SKTM, tapi sekarang 30.000 lebih sudah saya coret. Maka ini demoralisasi yang terjadi dimana-mana, ini enggak baik, saya bertindak tegas," tandas politisi PDI-P itu.

Baca juga: Perkenalkan, Ini Syahrini dan Rambo, Ular Piton Sepanjang 10 Meter dari Kebumen (1)

Bahkan, katanya, di beberapa daerah pihaknya meminta bantuan aparat kepolisian supaya ikut mensosialisasikan bahwa penyalahguaan SKTM bisa dijerat hukum pidana.

"Di beberapa daerah saya minta tolong polisi. Jadi polisi yang menjelaskan, kalau begini menipu lho, bisa pidana lho. Mereka (oknum) langsung mundur semua kemarin," ceritanya.

Ganjar bercerita, di wilayahnya ada beberapa oknum sekolah yang justru menyarankan calon siswa baru untuk menggunakan SKTM jika tidak diterima di sekolah yang diinginkan. Padahal nilai calon siswa tersebut tidak cukup.

"Saya temukan beberapa oknum yang justru menyarankan pakai SKTM karena ngga bisa masuk, ini kurang ajar. Saya minta cari orangnya. Terima kasih lho, masyarakat yang laporan, dikasih namanya (oknumnya)," ungkapnya.

Baca juga: Ternyata Rumahnya Besar dan Punya Mobil, Jadi SKTM-nya Kami Tolak...

Meski demikian, Ganjar belum ingin terburu-buru menjatuhkan sanksi pidana kepada oknum yang terlibat dalam penyalahgunaan SKTM. Sejauh ini, Ganjar masih akan memberikan pembinaan.

"Tapi kita enggak terburu-buru ke sana (pidana), kecuali mereka masih dan berjualan SKTM. Sejauh ini kita didik, bina dulu," tuturnya.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea 'Red Alert' Virus Corona, Bagaimana Pengawasan Turisnya di Bali?

Korea "Red Alert" Virus Corona, Bagaimana Pengawasan Turisnya di Bali?

Regional
Gubernur NTT: Saya Datang Bukan untuk Orang Suka Saya, tapi untuk Mengubah NTT

Gubernur NTT: Saya Datang Bukan untuk Orang Suka Saya, tapi untuk Mengubah NTT

Regional
Remaja Asal Banyuwangi Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Remaja Asal Banyuwangi Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Regional
Mari Bantu Agustinus, Bayi dengan Kepala Membesar akibat Hidrosefalus

Mari Bantu Agustinus, Bayi dengan Kepala Membesar akibat Hidrosefalus

Regional
Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Regional
Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Regional
Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Regional
Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Regional
Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Regional
Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Regional
Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Regional
Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Regional
Limbah Minyak Hitam Kembali Cemari Pesisir Pantai Bintan

Limbah Minyak Hitam Kembali Cemari Pesisir Pantai Bintan

Regional
Baru Dibuka 2 Bulan, Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar Ambruk

Baru Dibuka 2 Bulan, Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar Ambruk

Regional
Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Mentawai, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Mentawai, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X