Rumah Siswa yang Pakai SKTM atau Surat Miskin Akan Dicek Satu-satu

Kompas.com - 10/07/2018, 06:00 WIB
Ilustrasi KOMPAS.com/ JunaediIlustrasi

KARAWANG, KOMPAS.com - Petugas Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) akan mengecek langsung rumah siswa yang menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM) pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dan Madrasah Tsanawiyyah Negeri(MTsN) di Kabupaten Karawang.

"Tim langsung melakukan pengecekan ke setiap rumah warga (siswa) yang menggunakan SKTM sehingga kami akan mengetahui pasti kondisi keluarga tersebut," ujar Kepala Disdikpora Kabupaten Karawang, Dadan Sugardan, Senin (9/7/2018).

Baca juga: Ganjar: Musim Penerimaan Siswa Baru, Banyak yang Memiskinkan Diri

Dadan mengatakan, SKTM diperuntukkan bagi warga di sekitar sekolah dan tidak mampu.

"Kan ada zonasi yang ditentukan, ada jalur SKTM-nya, lalu jalur prestasi dan anak guru," katanya.

Dadan menegaskan, pihaknya akan tegas jika menemukan masyarakat yang menggunakan SKTM bodong.

"Jangan diterima bagi mereka yang menggunakan SKTM palsu itu," ucapnya.

Baca juga: Heboh SKTM Palsu untuk Daftar PPDB Online di Jawa Tengah

Dadan menyebutkan, sedikitnya ada 40.000 siswa di Karawang yang lulus sekolah dasar. Pihaknya menargetkan, seluruhnya bisa melanjutkan ke tingkat SMP. 

"Jadi mereka harus masuk dari SMP, MTs negeri atau swasta. Dan yang kita siapkan juga adalah paket B. Mereka harus melanjutkan, tidak ada yang putus sekolah," tutupnya.

Baca juga: Pendaftaran Siswa Baru, Ribuan Warga Bantul Ajukan Surat Miskin

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Balita Tewas Terbakar Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Kendaraan dan Orangtua Dinilai Lalai

2 Balita Tewas Terbakar Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Kendaraan dan Orangtua Dinilai Lalai

Regional
Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Regional
Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi 'New Normal' di Jabar Selama 14 Hari

Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi "New Normal" di Jabar Selama 14 Hari

Regional
2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

Regional
UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

Regional
Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

Regional
Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Regional
'Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah'

"Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah"

Regional
14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

Regional
Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Regional
Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Regional
Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Regional
Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Regional
Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X