Selisih 15 Persen, Djarot-Sihar Kalah di Pilkada Sumut

Kompas.com - 09/07/2018, 19:40 WIB
Pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) kalah di Pilkada Sumut 2018.KOMPAS.com / Mei Leandha Pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) kalah di Pilkada Sumut 2018.

MEDAN, KOMPAS.com - Selisih 15,16 persen, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) keok di kancah Pilkada Sumatera Utara.

Persentase tersebut berdasarkan hasil rekapitulasi dari 33 kabupaten dan kota di Sumut.

Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas), dinyatakan menang dengan 3.291.137 suara atau 57,58 persen. Kemenangan ini didulang dari 17 kabupaten.

Sedangkan Djoss, memeroleh 2.424.960 suara atau 42,42 persen yang berasal dari 16 kabupaten dan kota. 

Baca juga: Ini Hasil Akhir 4 Quick Count Pilkada Sumut: Edy-Musa Tak Terlawan

Eramas memeroleh suara paling banyak di Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, dan Kabupaten Langkat. Sedangkan rivalnya merajai suara dari Kabupaten Tapanuli Utara, Karo, dan Dairi.

Di Kota Medan, Eramas gilang gemilang di 21 kecamatan, Djoss cukup bertengger di empat kecamatan sisa.

Artinya, Eramas memeroleh 551.641, sedangkan Djoss 357.377 dari 909.018 jumlah suara yang dinyatakan sah. Suara tidak sah dinyatakan sebanyak 7.091.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan Herdensi Adnin mengatakan, tingkat partisipasi pemilih Kota Medan mengalami peningkatan.

Pada Pilkada Sumut 2013, tingkat partisipasi hanya 36,58 persen, naik di 2008 menjadi 47,10 persen, lalu kembali naik di 2018 dengan 58,38 persen.

"Baru kali ini tingkat partisipasi masyarakat Medan di atas 50 persen," kata Herdensi, Senin (9/7/2018).

Baca juga: Hasil 2 Quick Count Pilkada Sumut Data 90 Persen: Edy-Musa Ungguli Djarot-Sihar

Rapat pleno rekapitulasi suara tingkat provinsi dilaksanakan KPU Sumut pada Minggu (9/7/2018) pagi hingga Senin (10/7/2018) dini hari.

Sepanjang penghitungan, diisi protes mulai dari Badan Pengawas Pemilu (bawaslu) sampai para saksi.

Bawaslu mempermasalahkan perbedaan data pemilih pilgub dengan daerah yang secara bersamaan menggelar pemilihan bupati.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X